Messi pernah meminta perombakan skuad Barcelona yang akhirnya menjadi isu besar pada 2019 lalu. Situasi itu muncul ketika performa klub dinilai tidak lagi sejalan dengan standar tertinggi Eropa. Kegagalan berulang di kompetisi kontinental membuat suasana ruang ganti memanas dan memicu evaluasi menyeluruh.
Sebagai figur sentral tim, Lionel Messi menyuarakan kegelisahannya kepada manajemen Barcelona. Ia menilai skuad membutuhkan penyegaran serius karena beberapa pemain tidak lagi memberi dampak maksimal. Oleh karena itu, bursa transfer musim panas 2019 dipandang sebagai momen penting untuk perubahan.
Laporan media Spanyol saat itu menyebut Messi merekomendasikan enam nama untuk dilepas. Keenam pemain tersebut berasal dari berbagai lini dan memiliki peran signifikan. Namun demikian, waktu membuktikan bahwa nasib mereka berjalan ke arah yang sangat berbeda.
Ivan Rakitic: Dari Pilar Treble ke Peran Teknis
Ivan Rakitic merupakan bagian penting dari kesuksesan treble Barcelona pada 2015. Gelandang Kroasia itu dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan visi bermain yang solid. Akan tetapi, memasuki 2019, kontribusinya mulai menurun karena usia dan perubahan dinamika tim.
Messi menilai lini tengah membutuhkan energi baru. Rakitic akhirnya bertahan satu musim tambahan sebelum kembali ke Sevilla pada 2020. Setelah sempat bermain di Arab Saudi, ia menutup karier profesional bersama Hajduk Split dan kini beralih ke peran teknis di klub tersebut.
Philippe Coutinho: Transfer Mahal yang Tak Sesuai Harapan
Nama Philippe Coutinho menjadi sorotan utama dalam daftar tersebut. Didatangkan dengan biaya besar, Coutinho gagal memenuhi ekspektasi di Barcelona. Performanya tidak konsisten dan sulit menyatu dengan sistem permainan tim.
Karena itu, Messi mendorong klub untuk melepasnya. Coutinho pergi dengan status pinjaman dan justru menemukan performa terbaik bersama Bayern Munich. Ia menjadi bagian dari tim yang menyingkirkan Barcelona dengan skor telak di Liga Champions. Setelah kembali dan kembali kesulitan, Coutinho pulang ke Brasil pada 2026 untuk membela Vasco da Gama.
Sergi Roberto: Bertahan Lebih Lama dari Perkiraan
Berbeda dengan pemain lain, Sergi Roberto justru bertahan lama meski masuk daftar evaluasi. Pemain serba bisa ini mencatat lebih dari 370 penampilan bersama Barcelona. Keandalannya di berbagai posisi membuatnya tetap dibutuhkan.
Namun, siklus akhirnya berakhir pada 2024. Roberto memilih melanjutkan karier di Eropa setelah menolak tawaran besar dari Arab Saudi. Ia kini memperkuat Como di Serie A, menandai fase baru setelah meninggalkan klub masa kecilnya.
Nelson Semedo: Petualangan Panjang Setelah Camp Nou
Nelson Semedo sempat bertahan satu musim setelah 2019. Barcelona akhirnya menjualnya ke Wolverhampton Wanderers pada 2020. Di Inggris, Semedo menjadi pemain reguler dan menghabiskan lima musim penuh.
Selama di Barcelona, ia pernah menyebut bermain bersama Messi sebagai pengalaman yang memudahkan. Setelah kontraknya berakhir di Inggris, Semedo melanjutkan karier ke Turki dan kini memperkuat Fenerbahce.
Arthur Melo: Tak Mampu Mengisi Warisan Iniesta
Harapan besar sempat melekat pada Arthur Melo. Ia diproyeksikan sebagai penerus gaya bermain Andres Iniesta. Meski menunjukkan kualitas teknis, Arthur dinilai belum memenuhi kebutuhan tim secara keseluruhan.
Messi dan manajemen sepakat untuk melepasnya pada 2020. Arthur pindah ke Juventus dalam kesepakatan yang melibatkan Miralem Pjanic. Hingga kini, ia masih terikat kontrak dan sedang menjalani masa pinjaman di Gremio.
Kevin-Prince Boateng: Singkat dan Berakhir Cepat
Nama terakhir dalam daftar adalah Kevin-Prince Boateng. Ia hanya berstatus pinjaman pada paruh kedua musim 2018/2019. Barcelona memiliki opsi pembelian permanen, tetapi Messi tidak menyarankan opsi tersebut diaktifkan.
Klub mengikuti rekomendasi itu dan Boateng pun hengkang setelah masa pinjaman berakhir. Kini, ia telah pensiun dari sepak bola profesional dan beralih ke dunia kepelatihan dengan menangani tim nasional Socca Australia.
Refleksi dari Sebuah Keputusan Besar
Permintaan Messi pada 2019 mencerminkan keinginannya menjaga standar kompetitif Barcelona. Beberapa keputusan terbukti tepat, sementara yang lain menghadirkan cerita tak terduga. Yang terpenting, kisah ini menunjukkan bagaimana satu momen evaluasi bisa mengubah arah banyak karier dalam sepak bola modern.
Meskipun hasil akhirnya beragam, keputusan pada 2019 tersebut menjadi bagian penting dari proses transisi Barcelona. Selain itu, dinamika ini menegaskan bahwa perubahan skuad selalu membawa konsekuensi jangka panjang bagi klub maupun pemain yang terlibat.






