Thursday, January 8, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisMenimbang Peluang Ole Gunnar Solskjaer Kembali Duduki Kursi Menjadi Manajer MU: Ada...

Menimbang Peluang Ole Gunnar Solskjaer Kembali Duduki Kursi Menjadi Manajer MU: Ada Potensi?

Kursi manajer Manchester United (MU) kembali lowong setelah manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Kondisi tersebut memunculkan kembali sejumlah nama lama, termasuk Ole Gunnar Solskjaer. Oleh karena itu, rekam jejak Solskjaer saat menangani Manchester United pada periode 2018 hingga 2021 kembali menjadi sorotan publik sepak bola Inggris.

Solskjaer bukan figur asing di Old Trafford. Pria asal Norwegia itu pernah memimpin Setan Merah selama hampir tiga tahun. Meski masa tugasnya berakhir tanpa trofi besar, hubungan emosionalnya dengan klub dan suporter tetap terjaga kuat hingga kini.

- Advertisement -
asia9QQ

Awal Kepemimpinan dan Dampak Instan

Solskjaer memulai tugasnya sebagai manajer Manchester United pada Desember 2018. Laga debut tersebut langsung menghasilkan kemenangan 5-1 atas Cardiff City. Hasil itu memberi sinyal perubahan suasana di ruang ganti.

Selain skor besar, gaya bermain agresif juga langsung terlihat. Para pemain tampil lebih lepas dan percaya diri. Karena itu, dukungan publik terhadap Solskjaer tumbuh dengan cepat.

Rangkaian hasil positif berlanjut pada pekan-pekan berikutnya. Manchester United mencatatkan sejumlah kemenangan penting. Momentum tersebut menjadi fondasi awal kebangkitan tim di kompetisi domestik dan Eropa.

Keajaiban di Paris yang Mengubah Segalanya

Salah satu momen paling ikonik era Solskjaer terjadi pada Maret 2019. Manchester United secara dramatis menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions. Kekalahan 0-2 di leg pertama berhasil dibalikkan di Paris.

Penalti Marcus Rashford pada menit akhir memastikan agregat 3-3. United lolos lewat keunggulan gol tandang. Comeback tersebut langsung tercatat sebagai salah satu kemenangan paling bersejarah klub.

Keajaiban di Paris menjadi titik balik penting. Manajemen kemudian menunjuk Solskjaer sebagai manajer permanen. Sejak saat itu, ekspektasi terhadapnya meningkat drastis.

Reuni Emosional Cristiano Ronaldo

Musim panas 2021 menghadirkan drama besar di bursa transfer. Ketika isu kepindahan Cristiano Ronaldo ke Manchester City menguat, Solskjaer memilih menenangkan situasi. Sikap tersebut memberi pesan kuat kepada publik.

Tak lama berselang, Cristiano Ronaldo resmi kembali ke Old Trafford. Reuni tersebut menjadi salah satu kisah paling emosional dalam sejarah klub. Kehadiran Ronaldo mengangkat kembali antusiasme suporter.

Namun demikian, tantangan performa tetap hadir. Solskjaer harus menjaga keseimbangan tim di tengah sorotan besar. Selain itu, tekanan ekspektasi meningkat signifikan seiring tingginya perhatian media.

Bruno Fernandes dan Identitas Permainan

Keputusan mendatangkan Bruno Fernandes pada Januari 2020 menjadi langkah krusial. Gelandang asal Portugal itu langsung memberi dampak besar. Produktivitas gol dan assist-nya mengubah wajah permainan Manchester United.

Bruno bahkan meraih penghargaan Pemain Terbaik Premier League di bulan pertamanya. Sejak itu, ia menjadi pusat kreativitas tim. Keberhasilan transfer ini memperkuat reputasi Solskjaer sebagai pelatih yang jeli melihat potensi pemain.

Identitas permainan United pun terbentuk. Tim tampil lebih dinamis dan berani menyerang. Oleh karena itu, kehadiran Bruno menjadi simbol penting era Solskjaer.

Dominasi Derby dan Pesta Gol Eropa

Musim 2019/2020 menghadirkan catatan manis di derby Manchester. United sukses mengalahkan Manchester City dua kali dalam satu musim. Kemenangan tersebut mempertegas kemampuan taktis Solskjaer.

Di kompetisi Eropa, United tampil meyakinkan pada Liga Europa 2021. Pada semifinal, Setan Merah menghancurkan AS Roma dengan skor 6-2. Laga tersebut praktis mengamankan langkah ke partai final.

Namun demikian, perjalanan itu berakhir pahit. United kalah adu penalti dari Villarreal di laga puncak. Meski gagal juara, performa tim tetap mendapat apresiasi luas.

Rekor Tandang dan Warisan Emosional

Di bawah Solskjaer, Manchester United mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 28 laga tandang Premier League. Catatan tersebut melampaui rekor Arsenal era Arsene Wenger. Statistik ini menjadi salah satu pencapaian terbesar klub di era modern.

Daftar momen manis itu ditutup dengan kemenangan 9-0 atas Southampton pada Februari 2021. Hasil tersebut menyamai rekor kemenangan terbesar era Sir Alex Ferguson. Tujuh pemain berbeda mencetak gol dalam laga tersebut.

Selain catatan statistik, era Solskjaer juga ditandai pendekatan humanis dalam kepemimpinan. Ia konsisten menekankan pentingnya bermain untuk lambang klub. Pendekatan ini memperkuat ikatan emosional antara pemain dan suporter.

Warisan Ole

Meski tidak mempersembahkan trofi besar, era Ole Gunnar Solskjaer meninggalkan warisan yang signifikan. Ia mengembalikan rasa kebersamaan, identitas klub, dan harapan di masa transisi sulit. Oleh karena itu, wacana kembalinya Solskjaer ke Manchester United selalu relevan setiap kali klub mencari arah baru.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments