N’Golo Kante adalah sosok pesepak bola yang dicintai banyak orang bukan hanya karena kualitasnya sebagai gelandang tangguh, tetapi juga karena sikap rendah hati dan kepribadiannya yang begitu sederhana. Dalam dunia sepak bola modern, banyak pemain terjebak dalam gemerlap popularitas dan gaya hidup mewah. Namun, Kante menunjukkan wajah berbeda. Dirinya tetap tampil apa adanya, tidak terpengaruh sorotan kamera, bahkan sering membuat orang kagum dengan pilihan hidup yang sederhana.
Thomas Tuchel, mantan pelatih Chelsea, pernah menyebut Kante sebagai pemain spesial. Menurutnya, kehadiran sang gelandang selalu memberikan energi positif di ruang ganti. Ia menggambarkan Kante sebagai sosok tenang, pemalu, namun penuh kebaikan. Bahkan, Tuchel mengaku sering memeluk Kante hanya karena rasa hormat dan kekaguman. Dalam pandangannya, memiliki pemain seperti Kante adalah sebuah keberuntungan besar yang jarang dimiliki klub manapun.
Cerita tentang sikap rendah hati Kante terus menjadi bahan pembicaraan, baik oleh rekan setim maupun para penggemar. Dari kebiasaan menggunakan mobil lama, menolong teman yang kesulitan, hingga sikap sopan kepada fans lawan, semua itu membuatnya menjadi teladan. N’Golo Kante tidak hanya dikenal sebagai juara Piala Dunia 2018 dan pemenang Liga Champions, tetapi juga sebagai simbol kesederhanaan dan kebaikan dalam sepak bola modern.
Kesederhanaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dengan penghasilan selangit, Kante bisa saja memiliki koleksi mobil mewah seperti Ferrari atau Lamborghini. Namun ia justru memilih tetap menggunakan Mini Cooper kesayangannya sejak masih memperkuat Leicester City. Bahkan setelah mengalami kecelakaan kecil pada 2018, ia tidak mengganti mobil tersebut. Bagi Kante, kendaraan hanyalah alat transportasi, bukan simbol status. Sikap inilah yang membuat publik semakin mengaguminya.
Kebaikan hati Kante juga terlihat ketika ia menolong Cedric Kipre, mantan rekan setim di Leicester City. Ketika Kipre dan saudaranya tidak memiliki tempat tinggal sementara, Kante dengan senang hati mempersilakan mereka menumpang di rumahnya selama sebulan penuh. Kisah ini dikenang Kipre dengan rasa bangga, karena jarang ada pemain bintang yang mau melakukan hal serupa.
Kejujuran dalam Mengelola Kekayaan
Dalam dunia sepak bola, isu pengelakan pajak bukan hal baru. Kante pernah ditawari menggunakan perusahaan lepas pantai untuk mengurangi beban pajak. Namun, ia menolaknya dengan tegas. Ia memilih membayar pajak secara penuh sesuai aturan. Rekan setimnya di Timnas Prancis, Blaise Matuidi, mengaku tidak terkejut mendengar kabar tersebut. Menurutnya, Kante memang selalu jujur, bahkan nyaris tanpa cela.
Di Piala Dunia 2018, Kante tampil luar biasa, termasuk ketika berhasil menghentikan Lionel Messi. Meski mendapat banyak pujian, ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai pahlawan utama. Ia selalu menekankan bahwa kemenangan adalah hasil kerja tim. Bahkan, ia terlalu malu untuk mengangkat trofi juara hingga akhirnya Steven N’Zonzi meminta rekan setim lain memberikannya kesempatan.
Rendah Hati terhadap Fans Lawan
Pada 2018, seorang pendukung Arsenal mengaku bertemu Kante di jalan setelah timnya kalah dari Chelsea. Suporter itu mengungkapkan rasa kecewa, dan Kante dengan sopan meminta maaf. Padahal, ia tidak punya kewajiban melakukannya. Gestur sederhana ini membuat fans tersebut merasa sangat dihargai.
Makan Malam di Rumah Fans
Kisah menarik lain datang dari tahun 2018 ketika Kante ketinggalan kereta menuju Prancis. Ia kemudian mampir ke masjid untuk beribadah dan bertemu seorang fans Arsenal bernama Badlur Rahman. Badlur mengajaknya makan malam di rumah, dan Kante menerimanya dengan tulus. Malam itu mereka makan bersama, minum teh, hingga bermain FIFA. Cerita ini viral dan semakin mempertegas sifat rendah hati sang bintang.
Selalu Hangat kepada Penggemar
Kante dikenal ramah kepada semua fans. Ia tidak hanya memberikan tanda tangan, tetapi juga menyempatkan diri berbincang dengan mereka. Tindakan sederhana ini menambah kekaguman publik karena jarang ada pesepak bola kelas dunia yang bersikap serupa.
Pada 2019, Kante menerima undangan pernikahan dari seorang fans Chelsea bernama Frank Khalid. Yang mengejutkan, Kante benar-benar datang ke acara tersebut. Ia bahkan bertahan hingga acara selesai dan melayani permintaan foto maupun tanda tangan. Kehadirannya membuat momen pernikahan itu semakin berkesan.
Pada 2021, Kante tampil gemilang saat Chelsea menyingkirkan Real Madrid di semifinal Liga Champions. Meski mendapat banyak pujian, ia tetap pulang dengan Mini Cooper yang sama. Pemandangan itu menjadi simbol kesederhanaannya. Seorang juara dunia sekaligus pemenang Liga Champions, tetapi tetap hidup apa adanya.