Wednesday, January 21, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsMalam Kelam PSG di Lisbon, Tiga Gol Dianulir dan Blunder Kiper Berujung...

Malam Kelam PSG di Lisbon, Tiga Gol Dianulir dan Blunder Kiper Berujung Kekalahan

Tragedi malam kelam PSG saat laga Liga Champions terjadi di Lisbon ketika juara bertahan harus menelan kekalahan menyakitkan dari Sporting CP. Pertandingan yang digelar di Stadion Jose Alvalade pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 2-1. Hasil tersebut terasa pahit karena PSG tampil dominan sepanjang laga, tetapi gagal mengamankan poin penting.

Kekalahan ini datang di saat krusial bagi Paris Saint-Germain. Les Parisiens sejatinya hanya membutuhkan satu kemenangan untuk memastikan tiket ke fase gugur Liga Champions. Namun, drama 90 menit berkata lain dan mengubah dominasi menjadi kekecewaan mendalam.

- Advertisement -
asia9QQ

Dominasi Tanpa Hasil Nyata

Sejak menit awal, PSG langsung menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola mereka tercatat melampaui 70 persen. Selain itu, tekanan tinggi membuat Sporting lebih banyak bertahan di area sendiri.

Ousmane Dembele dan rekan-rekannya terus menggempur pertahanan tuan rumah. Statistik mencatat PSG melepaskan 28 tembakan sepanjang laga. Namun, efektivitas menjadi masalah utama yang tidak kunjung terpecahkan.

Tiga kali bola bersarang di gawang Sporting, tetapi wasit menganulir semuanya. Sundulan Warren Zaire-Emery lebih dulu dibatalkan karena pelanggaran yang terjadi di kotak penalti. Keputusan tersebut langsung memicu protes dari kubu PSG.

Nasib serupa menimpa Nuno Mendes yang mencetak gol ke gawang mantan klubnya. Gol itu dianulir karena Dembele dianggap melanggar kiper Rui Silva. Oleh karena itu, keunggulan yang diharapkan tak pernah datang.

Puncak frustrasi terjadi saat tandukan keras Dembele kembali dianulir. Wasit mengangkat bendera offside untuk ketiga kalinya. Situasi ini membuat dominasi PSG terasa sia-sia.

Efektivitas Sporting Jadi Pembeda

Di tengah tekanan konstan, Sporting memilih bermain lebih pragmatis. Mereka menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik. Pendekatan ini terbukti efektif.

Luis Suarez menjadi aktor utama bagi tuan rumah. Ia membuka keunggulan lewat penyelesaian jarak dekat di babak kedua. Gol tersebut lahir dari kelengahan kecil di lini pertahanan PSG.

PSG sempat merespons dengan cepat. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol penyama kedudukan lima menit berselang. Tembakan melengkungnya ke pojok atas gawang memberi harapan baru bagi tim tamu.

Namun, keseimbangan itu tidak bertahan lama. Sporting tetap disiplin menjaga bentuk permainan. Selain itu, mereka tampil tenang menghadapi tekanan di menit-menit akhir.

Petaka Menit ke-90

Drama terbesar terjadi tepat di menit ke-90. PSG sebenarnya terlihat siap membawa pulang satu poin berharga. Namun, satu kesalahan fatal mengubah segalanya.

Kiper Lucas Chevalier gagal mengamankan tendangan jarak jauh Francisco Trincao dengan sempurna. Bola muntah langsung jatuh di kaki Luis Suarez. Tanpa ragu, penyerang Sporting itu mencetak gol keduanya.

Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah. Oleh karena itu, Sporting merayakan hasil besar di hadapan pendukungnya. Sementara itu, PSG terdiam dalam kekecewaan.

Kesalahan kecil itu menjadi sangat mahal. Di level Liga Champions, detail sering kali menentukan hasil akhir. PSG kembali merasakan kejamnya kompetisi elite Eropa.

Frustrasi dan Evaluasi Internal

Kekalahan dramatis ini memukul mental skuad PSG. Kapten Marquinhos mengakui adanya rasa frustrasi besar di ruang ganti. Ia menyebut timnya sedang berada dalam periode sulit.

Menurut Marquinhos, kekalahan selalu menyakitkan bagi tim yang terbiasa menang. Namun, ia menegaskan pentingnya introspeksi. Pengalaman musim lalu diharapkan membantu tim bangkit.

Warren Zaire-Emery juga menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai PSG sudah menjalankan rencana taktik dengan baik. Pressing tinggi dan perebutan bola berjalan sesuai harapan.

Meski demikian, efektivitas lawan menjadi pembeda utama. Oleh karena itu, Zaire-Emery menekankan pentingnya fokus pada detail kecil. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Dampak di Klasemen Liga Champions

Kekalahan ini membuat PSG turun ke peringkat lima klasemen fase liga. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman untuk melangkah ke babak gugur. Selain itu, tekanan kini semakin besar jelang laga berikutnya.

Hasil ini juga mencatatkan rekor negatif bagi PSG. Mereka menelan kekalahan pertama dari tim di luar lima liga top Eropa sejak 2013. Catatan tersebut menambah panjang daftar kekecewaan di Lisbon.

Meski masih memiliki peluang, PSG harus segera berbenah. Konsistensi dan ketenangan menjadi kunci pada sisa pertandingan. Jika tidak, status juara bertahan bisa berubah menjadi beban berat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments