Friday, August 29, 2025
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaJan Olde Riekerink Bela Rafael Struick: Butuh Waktu untuk Bersinar di BRI...

Jan Olde Riekerink Bela Rafael Struick: Butuh Waktu untuk Bersinar di BRI Super League

Rafael Struick di BRI Super League 2025/2026 menjadi sorotan tajam setelah penampilannya bersama Dewa United belum mampu memenuhi ekspektasi. Pemain yang juga memperkuat Timnas Indonesia itu masih nihil gol maupun assist dari tiga laga awal musim, sebuah catatan yang membuat banyak pihak mempertanyakan kontribusinya. Namun, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, meminta publik untuk tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian. Menurutnya, Struick adalah talenta muda dengan potensi besar yang hanya memerlukan waktu dan kepercayaan agar bisa berkembang.

Dalam pandangan Riekerink, perjalanan karier seorang pemain muda tidak bisa diukur hanya dalam hitungan pertandingan. Kritik berlebihan yang ditujukan kepada Struick dianggap kurang adil karena tidak mempertimbangkan proses adaptasi dan pengalaman sebelumnya. Pelatih asal Belanda itu bahkan menilai bahwa Struick menunjukkan kualitas menjanjikan sejak awal kedatangannya, meskipun performanya di lapangan belum maksimal. Riekerink pun menekankan pentingnya kesabaran, baik dari manajemen, suporter, maupun publik sepak bola Indonesia.

- Advertisement -
asia9QQ

Sikap Riekerink ini mencerminkan kepercayaannya bahwa Struick mampu menjadi bagian penting dalam perjalanan Dewa United musim ini. Ia menilai kritik yang terlalu cepat justru bisa menghambat perkembangan sang pemain. Dengan kesabaran, Struick diyakini akan menemukan bentuk permainan terbaiknya di BRI Super League.

Penilaian Terlalu Cepat untuk Pemain Muda

Riekerink menilai kritik pedas yang ditujukan kepada Struick sejatinya muncul karena penilaian yang terlalu dini. Banyak orang, menurutnya, menilai hanya berdasarkan tayangan pertandingan tanpa memahami situasi pemain secara menyeluruh.

“Pemain muda sangat cepat dihakimi oleh orang-orang. Apalagi mereka yang hanya menonton televisi lalu menulis sesuatu,” ujar Riekerink.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana tekanan publik bisa begitu besar terhadap pemain muda. Padahal, perjalanan karier membutuhkan proses yang tidak singkat.

Tantangan Karier Rafael Struick

Struick sebelumnya berkarier di Australia bersama Brisbane Roar. Namun, kesempatan bermainnya di sana sangat terbatas. Kondisi itu membuatnya memutuskan pindah ke Indonesia demi mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Menurut Riekerink, langkah Struick pindah ke BRI Super League adalah keputusan berani. Ia rela meninggalkan kenyamanan untuk menantang diri di level berbeda. Pelatih asal Belanda itu bahkan mengaku terkejut dengan kualitas yang diperlihatkan Struick di sesi latihan.

“Dia menunjukkan potensi luar biasa sejak awal, hanya saja butuh waktu agar bisa tampil konsisten di setiap laga,” ucap Riekerink.

Dukungan Lebih Baik daripada Kritik

Riekerink menegaskan bahwa Struick butuh dukungan lebih dari semua pihak, bukan kritik berlebihan. Minimnya menit bermain di musim sebelumnya membuat kondisi fisiknya belum sepenuhnya siap menghadapi intensitas tinggi di kompetisi.

“Karena sebelumnya dia tidak bermain, jelas dia membutuhkan waktu lebih banyak untuk beradaptasi,” kata Riekerink.

Ia menekankan bahwa Struick adalah pemain berbakat yang akan semakin matang jika diberi kesempatan lebih banyak. Dengan dukungan penuh, performanya bisa meningkat drastis.

Belajar dari Kasus Alfriyanto Nico

Untuk memperkuat pernyataannya, Riekerink menyinggung kisah sukses Alfriyanto Nico. Musim lalu, Nico datang dari Persija Jakarta ke Dewa United dan berhasil berkembang pesat hanya dalam satu tahun.

“Dia berkembang menjadi bek kanan yang sangat bagus. Itu contoh nyata bagaimana proses bisa menghasilkan sesuatu yang besar,” jelas Riekerink.

Dengan kesabaran, Nico kini dianggap sebagai salah satu bek muda potensial di Indonesia. Riekerink yakin Struick bisa mengikuti jejak serupa jika diberi kesempatan bermain lebih banyak.

Optimisme untuk Musim yang Panjang

Meski awal musim belum berjalan mulus, Riekerink tetap optimistis bahwa Dewa United bisa bangkit. Ia percaya Struick memiliki peran penting dalam perjalanan tim sepanjang musim. Sebagai pemain muda, konsistensi memang masih menjadi tantangan, tetapi kepercayaan dari pelatih diyakini bisa membantu meningkatkan mentalitasnya.

Riekerink pun menilai bahwa tekanan besar tidak seharusnya dijatuhkan hanya karena tiga pertandingan. Musim masih panjang, dan Struick punya cukup waktu untuk menunjukkan kualitas yang membuatnya dipercaya memperkuat Timnas Indonesia.

Jan Olde Riekerink sudah membuktikan sikapnya sebagai pelatih yang tidak hanya menuntut hasil instan, tetapi juga memahami pentingnya proses perkembangan pemain muda. Pembelaannya terhadap Rafael Struick menjadi sinyal kuat bahwa sang penyerang masih mendapat dukungan penuh dari tim. Bagi Riekerink, kesabaran adalah kunci utama. Jika Struick mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik, ia bisa berkembang menjadi penyerang andalan Dewa United sekaligus aset berharga sepak bola Indonesia di masa depan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments