Pertandingan Genoa vs Juventus pada pekan kedua Serie A 2025/2026 menjadi salah satu laga paling ditunggu akhir pekan ini. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadio Luigi Ferraris pada Minggu, 31 Agustus 2025, pukul 23.30 WIB. Juventus datang dengan reputasi mentereng bersama pelatih Igor Tudor, yang sukses menjaga tren positif di Serie A. Dari 10 laga terakhir, Bianconeri belum terkalahkan dengan catatan enam kemenangan dan tiga hasil imbang.
Sementara itu, Genoa masih berusaha menemukan performa terbaik di awal musim. Bermain di kandang sendiri, Rossoblu berharap mampu memanfaatkan dukungan penuh tifosi untuk meraih poin pertama musim ini. Rivalitas antara kedua tim ini kerap menghadirkan kejutan, terlebih Genoa dikenal sulit ditaklukkan jika bermain di Luigi Ferraris. Meski catatan pertemuan lebih berpihak pada Juventus, tuan rumah tetap punya peluang mencuri angka jika mampu tampil disiplin dan agresif sejak menit awal.
Laga ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pemain baru Juventus yang berpotensi mencatatkan rekor pribadi. Jonathan David misalnya, bisa menorehkan sejarah apabila kembali mencetak gol di dua laga awal Serie A musim ini. Fakta menarik lainnya adalah catatan impresif Igor Tudor yang belum pernah kalah menghadapi Genoa. Kombinasi statistik tersebut menjadikan duel ini semakin dinantikan publik sepak bola Italia.
Rekor Juventus dan Performa Pemain Kunci
Juventus dikenal sebagai tim yang selalu tampil konsisten pada pekan pembuka Serie A. Sejak era tiga poin per kemenangan diperkenalkan, Bianconeri mencatatkan persentase kemenangan 62% di laga perdana musim. Catatan tersebut mempertegas dominasi Juventus dalam menjaga stabilitas performa awal kompetisi.
Dari sisi individu, Jonathan David mencuri perhatian publik. Striker asal Kanada itu berpeluang menjadi pemain ketiga Juventus yang mencetak gol beruntun di dua laga awal Serie A, mengikuti jejak Randal Kolo Muani dan Carlos Tevez. Tidak hanya itu, Francisco Conceição juga memiliki kenangan manis di Luigi Ferraris, karena gol debutnya di Serie A tercipta ke gawang Genoa di stadion ini.
Selain para pemain anyar, peran pemain berpengalaman seperti Federico Chiesa dan Manuel Locatelli tetap krusial. Keduanya diharapkan mampu menjaga kestabilan lini serang dan lini tengah agar Juventus bisa mendominasi jalannya pertandingan. Igor Tudor pun optimistis dengan skuatnya, mengingat Genoa adalah lawan yang belum pernah berhasil mengalahkannya, dengan rekor empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Catatan Buruk Genoa saat Jumpa Juventus
Bagi Genoa, menghadapi Juventus bukanlah perkara mudah. Dalam sejarah Serie A, Rossoblu tercatat sudah 69 kali kalah dari Bianconeri, menjadikan Juventus sebagai lawan yang paling sering mengalahkan mereka. Selisih tersebut bahkan sembilan kali lebih banyak dibandingkan kekalahan dari tim papan atas lainnya. Statistik ini tentu menjadi beban tersendiri bagi Genoa, meski status laga kandang bisa memberikan keuntungan psikologis.
Dalam 12 pertemuan terakhir di Luigi Ferraris, hanya sekali duel berakhir imbang, tepatnya pada 15 Desember 2023 dengan skor 1-1. Sementara itu, delapan dari sepuluh gol terakhir yang tercipta dalam pertemuan kedua tim hadir di babak kedua. Fakta ini mengindikasikan bahwa duel cenderung berlangsung ketat di awal, sebelum kemudian lebih terbuka pada paruh kedua.
Meski catatan sejarah tidak berpihak pada mereka, Genoa diyakini tetap tampil penuh motivasi. Pemain-pemain muda seperti Mateo Retegui dan Albert Gudmundsson bisa menjadi kejutan untuk memecah konsentrasi lini belakang Juventus. Dukungan penuh dari tifosi Rossoblu juga diharapkan memberi energi tambahan agar tim tidak kembali menjadi korban dominasi Bianconeri.
Prediksi dan Potensi Jalannya Pertandingan
Pertandingan ini diprediksi berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Juventus kemungkinan akan lebih banyak menguasai bola berkat kualitas lini tengah yang solid, sementara Genoa berusaha memaksimalkan serangan balik cepat. Igor Tudor diyakini akan menurunkan formasi ofensif dengan menempatkan Jonathan David sebagai ujung tombak, didukung Chiesa dan Conceição dari sisi sayap.
Di sisi lain, Genoa cenderung bermain lebih berhati-hati. Mereka kemungkinan memasang formasi 3-5-2 untuk memperkuat lini tengah sekaligus mengurangi ruang gerak pemain-pemain kreatif Juventus. Jika mampu bertahan rapat hingga babak pertama berakhir, peluang mencuri angka terbuka lebar di babak kedua.
Prediksi skor cukup sulit ditebak, namun Juventus tetap lebih diunggulkan berdasarkan rekor pertemuan dan kedalaman skuat. Akan tetapi, faktor kandang bisa memberi Genoa dorongan ekstra untuk setidaknya meraih hasil imbang. Dengan statistik yang ada, laga ini kemungkinan besar baru akan menemukan pemenangnya di babak kedua.
Dengan segala fakta dan catatan menarik tersebut, duel Genoa vs Juventus di Luigi Ferraris menjadi laga yang sayang untuk dilewatkan. Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga ajang pembuktian bagi kedua tim dalam mengawali langkah di Serie A musim 2025/2026.