Frattesi batal hengkang dari Inter Milan menjadi cerita menarik di akhir bursa transfer Januari 2026. Gelandang tim nasional Italia itu sempat berada di ambang pintu keluar karena minim menit bermain. Oleh karena itu, masa depannya di Giuseppe Meazza terlihat tidak menentu sebelum jendela transfer ditutup.
Situasi tersebut memicu ketertarikan sejumlah klub. Beberapa pendekatan muncul dengan cepat menjelang penutupan bursa. Namun, rencana kepindahan yang tampak hampir selesai justru berakhir tanpa kesepakatan. Inter Milan akhirnya mempertahankan Frattesi untuk paruh kedua musim.
Minim Menit Bermain Picu Isu Transfer
Sejak awal musim, Davide Frattesi kesulitan mendapatkan peran reguler di bawah arahan pelatih Inter. Rotasi lini tengah yang padat membuat namanya lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Karena itu, spekulasi mengenai kepindahan mulai berkembang.
Beberapa klub memantau situasi tersebut dengan serius. Inter Milan pun tidak menutup pintu sepenuhnya. Manajemen membuka peluang melepas Frattesi jika menemukan pengganti yang dianggap sepadan. Oleh karena itu, negosiasi berjalan dengan skema yang cukup jelas.
Dalam perkembangannya, Inter tidak ingin mengambil risiko kehilangan kedalaman skuad. Klub menilai keseimbangan lini tengah tetap menjadi prioritas. Selain itu, keputusan apa pun harus menguntungkan secara teknis dan finansial.
Pengakuan Agen Ungkap Titik Krusial
Agen Frattesi, Giuseppe Riso, akhirnya buka suara terkait situasi kliennya. Ia mengonfirmasi minat dari beberapa klub yang datang secara konkret. Nottingham Forest menjadi pihak yang paling serius menunjukkan ketertarikan. Selain itu, Lazio juga masuk dalam pembicaraan di fase akhir.
Meski demikian, Riso menegaskan proses transfer tidak sesederhana itu. Inter menunggu kepastian soal pengganti sebelum melepas Frattesi. Karena itu, pembicaraan terus berjalan hingga hari-hari terakhir bursa.
Riso kemudian mengungkap faktor penentu kegagalan transfer tersebut. Titik buntu justru datang dari Inggris. “Ada pendekatan dari Lazio, tetapi kemudian Liverpool tidak mengizinkan Jones pergi,” ujar Riso. Oleh karena itu, semua rencana akhirnya terhenti.
Curtis Jones Jadi Kunci Rencana Inter
Dalam rencana awal, Inter Milan menjadikan Curtis Jones sebagai kandidat utama pengganti Frattesi. Gelandang Liverpool itu dinilai cocok dengan kebutuhan taktik Nerazzurri. Selain itu, Jones dianggap memiliki profil yang mampu menjaga intensitas permainan.
Namun, rencana tersebut bergantung pada satu syarat penting. Liverpool hanya bersedia melepas Jones jika sang pemain mau memperpanjang kontraknya lebih dulu. Kontrak Jones saat ini berlaku hingga Juni 2027. Klub ingin mengamankan nilai aset sebelum membuka pintu transfer.
Situasi tersebut membuat negosiasi menjadi rumit. Jones tidak bersedia menandatangani kontrak baru dalam waktu dekat. Sayangnya, tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan penolakan tersebut. Karena itu, Liverpool memilih mempertahankan sang pemain.
Keputusan Jones berdampak langsung pada rencana Inter. Tanpa pengganti yang siap, Inter tidak ingin melepas Frattesi. Oleh karena itu, transfer yang sempat mendekati kata sepakat akhirnya batal total.
Inter Pilih Stabilitas Jelang Jadwal Padat
Gagalnya transfer Frattesi membuat Inter mempertahankan komposisi lini tengah. Keputusan ini dinilai realistis mengingat jadwal padat yang menanti. Inter masih bersaing di Serie A dan kompetisi Eropa. Karena itu, kedalaman skuad menjadi kebutuhan mutlak.
Selain itu, Frattesi tetap menjadi opsi penting meski tidak selalu starter. Manajemen menilai kontribusinya masih relevan untuk rotasi. Oleh karena itu, Inter memilih stabilitas ketimbang mengambil risiko di akhir bursa.
Dari sisi pemain, bertahannya Frattesi membuka peluang baru. Ia masih memiliki waktu untuk membuktikan diri. Selain itu, persaingan internal diharapkan meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Dampak Domino Bursa Januari
Kasus Frattesi menunjukkan bagaimana satu keputusan dapat memengaruhi banyak pihak. Penolakan kontrak Curtis Jones di Liverpool berdampak langsung pada rencana Inter Milan. Selain itu, klub peminat seperti Lazio dan Nottingham Forest juga harus mengalihkan fokus.
Bursa Januari 2026 pun kembali menegaskan kompleksitas negosiasi transfer. Faktor kontrak, kebutuhan tim, dan waktu menjadi penentu utama. Oleh karena itu, banyak transfer besar gagal terwujud meski rumor berkembang kuat.
Dengan bursa yang telah ditutup, Frattesi kini fokus pada tugas bersama Inter. Keputusan bertahan ini menandai babak baru bagi sang gelandang. Sementara itu, Inter berharap stabilitas skuad mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.






