Tuesday, January 13, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaDrama Injury Time di Kanjuruhan: Arema FC Bangkit, Persik Kediri Pulang dengan...

Drama Injury Time di Kanjuruhan: Arema FC Bangkit, Persik Kediri Pulang dengan Luka Mendalam

Arema FC vs Persik menyajikan drama pahit pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Duel yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/1/2026), berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Arema FC setelah Persik Kediri kehilangan fokus di menit-menit akhir. Hasil ini terasa menyakitkan bagi Macan Putih karena kemenangan yang sudah di depan mata sirna dalam waktu singkat.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal dan memperlihatkan intensitas tinggi dari kedua tim. Oleh karena itu, satu momen krusial di masa tambahan waktu langsung mengubah arah hasil. Arema FC memaksimalkan tekanan akhir, sementara Persik Kediri gagal menjaga konsentrasi hingga peluit panjang.

- Advertisement -
asia9QQ

Kekalahan ini tidak sekadar soal skor. Selain itu, laga ini meninggalkan evaluasi besar bagi Persik terkait ketahanan mental dan manajemen situasi unggul.

Jalannya Laga yang Ketat dan Penuh Tekanan

Sejak menit awal, Arema FC tampil agresif di hadapan pendukungnya. Mereka mencoba menguasai wilayah tengah dan menekan lewat kombinasi umpan cepat. Namun, Persik Kediri mampu merespons dengan organisasi bertahan yang rapi.

Babak pertama berjalan alot tanpa gol. Persik bermain disiplin dan memaksa Arema kesulitan menciptakan peluang bersih. Di sisi lain, Arema tetap sabar membangun serangan sambil menjaga keseimbangan lini belakang.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Kedua tim mulai lebih berani mengambil risiko. Arema menaikkan garis pertahanan, sementara Persik menunggu momen serangan balik.

Situasi tersebut akhirnya membuka ruang. Persik Kediri mampu memanfaatkan celah yang muncul di pertahanan Arema. Tekanan yang konsisten membuat laga semakin terbuka menjelang menit-menit akhir.

Gol Pembuka Persik dan Awal Drama

Persik Kediri berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-80 melalui M. Supriadi. Gol ini lahir dari situasi serangan cepat yang dieksekusi dengan tenang. Keunggulan 1-0 membuat Persik berada di posisi ideal untuk mengamankan tiga poin.

Setelah gol tersebut, Persik memilih pendekatan lebih defensif. Mereka mencoba menjaga kedalaman dan memperlambat tempo permainan. Namun, strategi ini memberi ruang bagi Arema FC untuk terus menekan.

Arema meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan lebih banyak pemain ke area kotak penalti. Oleh karena itu, tekanan beruntun mulai menguji ketahanan mental Persik di menit-menit akhir.

Keputusan bertahan total ternyata membawa risiko besar. Arema terus mengirim bola ke area berbahaya dan memaksa Persik melakukan kesalahan.

Blunder Fatal dan Kebangkitan Arema FC

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-90+5. M. Supriadi, yang sebelumnya menjadi pahlawan Persik, melakukan blunder yang berujung gol bunuh diri. Skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan Arema FC.

Gol penyama kedudukan tersebut berdampak besar secara psikologis. Arema semakin percaya diri, sementara Persik terlihat kehilangan kendali. Situasi ini dimanfaatkan tuan rumah dengan sangat baik.

Tiga menit berselang, Arema FC memastikan kemenangan. Tandukan Puleio Araya pada menit ke-90+8 menuntaskan comeback dramatis Singo Edan. Stadion Kanjuruhan pun bergemuruh menyambut gol penentu tersebut.

Kebangkitan Arema di masa injury time menjadi bukti ketajaman mereka membaca momentum. Sebaliknya, Persik harus menerima kenyataan pahit akibat kegagalan mengelola keunggulan.

Tanggapan Pelatih Persik Kediri

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku kecewa berat dengan hasil akhir. Ia menilai timnya tampil lebih baik sepanjang pertandingan. Menurutnya, Persik layak membawa pulang kemenangan dari laga ini.

Reina menyoroti faktor psikologis sebagai penyebab utama kekalahan. Ia menyebut para pemain terlalu takut kehilangan keunggulan. Akibatnya, fokus tim menurun saat Arema meningkatkan tekanan.

Selain itu, Reina menekankan pentingnya kedewasaan bermain. Ia menilai pemain seperti Ezra Walian dan rekan-rekannya perlu lebih tenang dalam situasi krusial. Evaluasi ini menjadi bahan penting jelang laga berikutnya.

Analisis dan Dampak Hasil Pertandingan

Dari sisi permainan, Persik Kediri menunjukkan organisasi yang solid selama 95 menit. Namun, satu kesalahan individu menghapus semua kerja keras tersebut. Ini menegaskan bahwa detail kecil sangat menentukan di BRI Super League.

Arema FC, di sisi lain, pantas diapresiasi atas kegigihan mereka. Tim tuan rumah tidak menyerah hingga akhir dan mampu memanfaatkan peluang terakhir dengan efektif. Mentalitas ini menjadi modal penting untuk laga selanjutnya.

Hasil ini juga berdampak pada kepercayaan diri kedua tim. Arema mendapat dorongan besar setelah mengakhiri laga dengan kemenangan dramatis. Sementara itu, Persik harus segera bangkit agar rasa pahit ini tidak berlarut.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments