Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema pernah membentuk duet yang menakutkan di Eropa. Bersama Gareth Bale, keduanya menjelma menjadi trio BBC yang mendominasi La Liga dan Liga Champions selama bertahun-tahun. Mereka tidak hanya memadukan gaya bermain secara mulus, tetapi juga saling mendukung dalam mencetak gol dan membangun serangan.
Kerja sama itu membuat hubungan mereka dikenal sangat dekat. Ronaldo menjalankan perannya sebagai mesin gol, sementara Benzema menjadi penghubung permainan yang memahami pergerakan CR7 lebih baik dari siapa pun. Oleh karena itu, setiap interaksi mereka di dalam maupun di luar lapangan selalu menarik perhatian publik.
Walaupun keduanya kini berkarier di tempat berbeda, warisan kebersamaan mereka tetap membekas. Fans Madrid masih melihat mereka sebagai pasangan emas. Because of that, setiap momen reuni antara keduanya langsung memicu spekulasi. Banyak yang bertanya apakah hubungan mereka tetap hangat atau justru mulai merenggang.
Belakangan, isu itu kembali muncul setelah kamera menangkap interaksi yang tampak dingin ketika keduanya bertemu di Arab Saudi. Momen tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya apakah hubungan dua legenda Real Madrid ini benar-benar berubah.
Reuni di Arab Saudi yang Menarik Sorotan
Kepindahan Cristiano Ronaldo ke Arab Saudi pada 2023 membuka jalan untuk era baru sepak bola Timur Tengah. Tidak lama setelah itu, Karim Benzema memilih bergabung ke Al-Ittihad. Kedatangan dua bintang besar ini membuat Saudi Pro League menjadi sorotan utama dunia.
Pertemuan pertama mereka terjadi ketika Al-Ittihad dan Al-Nassr saling berhadapan. Kamera langsung mengarah pada momen saat mereka bertemu di lapangan. Namun interaksi mereka terlihat singkat. Mereka tidak banyak berbicara dan lebih fokus menjalankan instruksi tim masing-masing.
Situasi inilah yang menimbulkan spekulasi bahwa hubungan mereka tidak lagi sehangat dulu. Selain itu, persaingan ketat antara Al-Ittihad dan Al-Nassr semakin memperkuat anggapan tersebut. Benzema membawa timnya meraih gelar liga dan Piala Raja. Sementara itu, Ronaldo harus menerima beberapa kegagalan di fase-fase penting kompetisi.
Meskipun begitu, minimnya interaksi tidak memberikan bukti kuat. Pertandingan kompetitif memang sering membuat pemain memilih fokus pada permainan. Because of this, sikap yang terlihat dingin sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dua pemain dengan sejarah panjang seperti mereka.
Benzema Bantah Kabarnya Hubungan Mereka Merenggang
Karim Benzema akhirnya memberikan penjelasan mengenai isu hubungan dingin tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, apa yang direkam kamera tidak selalu sesuai kenyataan.
Benzema mengatakan bahwa ia sering berbicara dengan Cristiano Ronaldo di ruang ganti sebelum pertandingan dimulai. Mereka saling menyapa, saling memeluk, dan berbagi candaan ringan. Namun begitu berada di lapangan, mereka tidak bisa lagi melakukan hal-hal tersebut. Fokus utama mereka adalah pertandingan dan instruksi taktik.
“Kami berbicara di ruang ganti. Kami berpelukan, kami berbicara. Tapi di lapangan kami tidak bisa atau tidak boleh melakukannya lagi,” ujar Benzema kepada AS. Kalimat itu menunjukkan bahwa hubungan mereka tetap baik.
Selain itu, ia menyatakan bahwa rasa hormat antara dirinya dan Ronaldo tidak pernah hilang. Mereka saling belajar selama bertahun-tahun ketika membela Real Madrid. Ikatan itu tidak akan hilang hanya karena jarak atau persaingan antar klub.
Menurut Benzema, publik terlalu cepat menilai berdasarkan potongan gambar. Ia menegaskan bahwa mereka tidak merasa perlu menunjukkan kehangatan di depan kamera hanya demi pencitraan. Yang terpenting, hubungan mereka tetap kuat di balik layar.
Ikatan yang Tak Hilang Meski Berjalan di Jalan Berbeda
Ronaldo dan Benzema telah menempuh karier yang berbeda. Ronaldo menjadi simbol ambisi global Al-Nassr, sementara Benzema menjadi pemimpin baru bagi Al-Ittihad. Namun perbedaan itu tidak menghapus sejarah panjang keduanya.
Mereka pernah meraih banyak trofi bersama. Karena itu, mereka memahami satu sama lain lebih dalam daripada kebanyakan rekan setim lainnya. Selain itu, cara mereka saling melengkapi di lapangan dulu membuat hubungan mereka sulit digantikan.
Tidak mengherankan jika banyak fans berharap keduanya tetap dekat. Reuni mereka di Arab Saudi hanyalah satu bab kecil dalam perjalanan panjang masing-masing. Therefore, spekulasi hubungan retak tampaknya tidak memiliki dasar yang kuat.






