Manajer Como, Cesc Fabregas, mengakui keunggulan AC Milan usai timnya kalah 1-3 pada lanjutan Serie A 2025/2026. Menurutnya, Rossoneri tampil lebih efektif dan pantas membawa pulang tiga poin. Pernyataan tersebut disampaikan Fabregas setelah pertandingan giornata ke-20 yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Como sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya AC Milan bangkit dan membalikkan keadaan. Oleh karena itu, Fabregas memilih bersikap realistis dan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi penting.
Como Unggul Cepat, Milan Tunjukkan Reaksi
Como tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Tekanan tinggi langsung mereka terapkan dan membuahkan hasil pada menit ke-10. Marc-Oliver Kempf mencetak gol pembuka yang membuat publik tuan rumah bersorak.
Keunggulan cepat tersebut memberi momentum positif bagi Como. Mereka tampil disiplin dan mencoba menutup ruang gerak pemain Milan. Namun, kualitas tim tamu perlahan mulai terlihat seiring berjalannya laga.
AC Milan meningkatkan intensitas permainan menjelang akhir babak pertama. Serangan demi serangan akhirnya berbuah gol penyeimbang melalui Christopher Nkunku. Gol tersebut tercipta di menit-menit akhir babak pertama dan mengubah jalannya pertandingan.
Fabregas Akui Milan Bermain Lebih Baik
Usai laga, Cesc Fabregas menyampaikan pandangannya secara terbuka. Ia menilai timnya sudah berusaha maksimal, terutama di awal laga. Namun, ia tidak menampik bahwa Milan tampil lebih efektif.
Fabregas menyebut Rossoneri mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Selain itu, pengalaman dan kualitas individu Milan menjadi pembeda utama. Karena itu, ia menyampaikan ucapan selamat kepada tim tamu.
Menurut Fabregas, kekalahan ini harus diterima dengan sikap dewasa. Ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh mencari alasan. Fokus utama adalah memperbaiki performa agar bisa tampil lebih baik ke depannya.
Babak Kedua Milik Rossoneri
Memasuki babak kedua, AC Milan tampil lebih dominan. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan menekan pertahanan Como. Perubahan tempo permainan membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Adrien Rabiot menjadi sosok kunci bagi Milan di paruh kedua. Gelandang asal Prancis itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan Rossoneri. Brace tersebut menegaskan dominasi Milan setelah jeda.
Como sempat mencoba bangkit dengan beberapa pergantian pemain. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membendung agresivitas Milan. Skor 1-3 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pesan Fabregas: Harus Segera Bangkit
Fabregas menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia ingin para pemain segera bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, musim masih panjang dan peluang memperbaiki posisi tetap terbuka.
Ia juga menyinggung catatan pertahanan Como yang cukup baik musim ini. Fabregas menilai setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, ia percaya Como masih bisa berkembang.
Selain itu, Fabregas menekankan pentingnya mentalitas bertumbuh. Ia ingin para pemain terus belajar, baik saat menang maupun kalah. Pendekatan tersebut dianggap penting untuk menjaga konsistensi tim.
Kemenangan Penting bagi AC Milan
Bagi AC Milan, kemenangan ini memiliki arti besar. Tambahan tiga poin menjaga asa Rossoneri dalam persaingan papan atas Serie A. Saat ini, Milan mengoleksi 43 poin dari 20 pertandingan.
Dengan raihan tersebut, Milan hanya terpaut tiga poin dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen. Oleh karena itu, setiap kemenangan menjadi sangat krusial.
Pelatih Massimiliano Allegri menilai performa timnya semakin solid. Efektivitas di babak kedua menjadi bukti kedewasaan permainan Milan. Selain itu, kontribusi pemain baru dan rotasi yang tepat mulai menunjukkan hasil.
Evaluasi untuk Como di Sisa Musim
Sementara itu, Como harus segera berbenah. Kekalahan dari Milan menjadi pelajaran berharga bagi tim promosi tersebut. Mereka tetap menunjukkan potensi, terutama saat unggul lebih dulu.
Fabregas diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh. Fokus utama adalah menjaga konsistensi permainan selama 90 menit. Selain itu, efektivitas saat memanfaatkan peluang juga menjadi perhatian.
Dengan pendekatan tersebut, Como berharap bisa kembali ke jalur positif. Target utama mereka tetap bertahan di Serie A dan membangun fondasi jangka panjang.
Penutup
Kekalahan 1-3 dari AC Milan diakui Cesc Fabregas sebagai hasil yang pantas. Ia menilai Rossoneri tampil lebih matang dan efektif. Bagi Milan, kemenangan ini menjaga tekanan di papan atas Serie A. Sementara itu, Como diharapkan mampu bangkit dan menjadikan laga ini sebagai pelajaran penting untuk menghadapi sisa musim.






