Arsenal sukses mengamankan tiket 16 besar di Liga Champions setelah meraih kemenangan krusial 3-1 atas Inter Milan di Stadion San Siro. Hasil pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB itu memastikan The Gunners finis di posisi dua besar fase liga. Selain mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar, kemenangan ini juga mempertegas status Arsenal sebagai penantang serius di Eropa.
Keberhasilan tersebut memiliki dampak strategis besar. Arsenal dipastikan akan memainkan leg kedua di kandang pada setiap fase gugur, selama mereka terus melaju hingga final. Oleh karena itu, kemenangan di Milan bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga keuntungan taktis jangka panjang.
Di tengah pencapaian tersebut, sorotan mengarah ke suasana internal tim. Gelandang muda Myles Lewis-Skelly menilai performa di San Siro mencerminkan perkembangan signifikan dalam kebersamaan skuad Arsenal.
Harmoni Jadi Fondasi Permainan Arsenal
Menurut Lewis-Skelly, Arsenal kini tampil sebagai satu kesatuan yang solid. Ia menekankan pentingnya koneksi antarpemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Faktor ini dinilai menjadi fondasi utama performa konsisten tim.
“Saya merasa kami telah mengambil langkah lain,” ujar Lewis-Skelly. Ia menilai persatuan dan harmoni yang terbangun terlihat jelas sepanjang pertandingan. Selain itu, komunikasi di lapangan berjalan efektif.
Arsenal juga menunjukkan kematangan dalam mengelola momen penting. Setiap peluang yang muncul berusaha dimaksimalkan dengan keputusan cepat. Oleh karena itu, efektivitas menjadi ciri utama permainan mereka di laga besar.
Pendekatan ini terlihat jelas saat menghadapi tekanan Inter. Arsenal tidak panik dan tetap disiplin menjaga struktur permainan. Hasilnya, mereka mampu mengendalikan laga meski bermain di kandang lawan.
Lini Depan Tajam Jadi Pembeda
Kualitas lini depan Arsenal kembali menjadi faktor penentu. Dua gol Gabriel Jesus dan satu gol Viktor Gyokeres memastikan kemenangan atas juara Serie A tersebut. Ketajaman di depan gawang membuat Arsenal unggul dalam duel krusial.
Lewis-Skelly mengaku terkesan dengan banyaknya opsi menyerang yang dimiliki tim. Menurutnya, kedalaman skuad memberi rasa percaya diri bagi seluruh pemain. Setiap pemain siap berkontribusi saat dibutuhkan.
“Tentu saja, bagi saya itu menakutkan melihat semua opsi yang kami miliki di lini depan,” kata Lewis-Skelly. Pernyataan ini menggambarkan betapa kompetitifnya persaingan internal. Namun, kompetisi tersebut justru mendorong performa kolektif.
Selain itu, fleksibilitas taktik memberi Arsenal keunggulan tambahan. Mereka mampu menyesuaikan pendekatan sesuai situasi pertandingan. Karena itu, Inter kesulitan mematahkan aliran serangan tim tamu.
Kedalaman Skuad dan Mentalitas Kolektif
Kedalaman skuad menjadi salah satu kekuatan utama Arsenal musim ini. Lewis-Skelly menilai setiap pemain merasa terlibat dan dihargai. Kondisi ini menciptakan atmosfer positif di ruang ganti.
Ia menambahkan bahwa dukungan antarpemain terlihat jelas sepanjang laga. Setiap gol dirayakan bersama, tanpa memandang status pemain inti atau cadangan. Oleh karena itu, rasa kebersamaan semakin kuat.
Pendekatan ini juga memudahkan pelatih dalam melakukan rotasi. Arsenal tetap tampil konsisten meski terjadi perubahan susunan pemain. Stabilitas ini sangat penting dalam kompetisi padat seperti Liga Champions.
Dengan mentalitas kolektif yang terjaga, Arsenal mampu menghadapi tekanan laga besar. San Siro bukan panggung mudah, tetapi The Gunners tampil percaya diri. Hal ini menjadi indikator kedewasaan tim.
Keuntungan Strategis Menuju Fase Gugur
Mengamankan posisi dua besar fase liga memberi Arsenal keuntungan besar. Mereka akan memainkan leg kedua di kandang pada fase gugur. Faktor ini sering menjadi pembeda dalam duel dua leg.
Keunggulan tersebut memberi Arsenal kontrol lebih besar atas jalannya kompetisi. Bermain di hadapan pendukung sendiri pada leg penentuan dapat meningkatkan peluang lolos. Oleh karena itu, kemenangan atas Inter memiliki nilai strategis tinggi.
Selain itu, hasil ini mengirim pesan kuat kepada pesaing. Arsenal menunjukkan kapasitas bersaing dengan tim elite Eropa. Kemenangan di kandang Inter menjadi bukti nyata.
Kepercayaan diri tim pun meningkat signifikan. Arsenal kini memandang fase gugur dengan optimisme tinggi. Namun, fokus tetap dijaga untuk laga berikutnya.
Fokus Berlanjut ke Tantangan Berikutnya
Usai kemenangan di Milan, Arsenal langsung menatap ujian berat selanjutnya. Mereka dijadwalkan menghadapi Manchester United pada laga berikutnya. Bagi Lewis-Skelly, setiap pertandingan kini memiliki bobot besar.
Ia menegaskan Arsenal ingin terus menjaga momentum. Targetnya jelas, meraih kemenangan demi kemenangan. Selain itu, setiap hasil positif diharapkan mengirim pesan lebih kuat kepada pesaing.
“Setiap pertandingan sekarang adalah pertandingan besar,” tegas Lewis-Skelly. Arsenal bertekad mempertahankan standar tinggi. Dengan fondasi harmoni dan kedalaman skuad, mereka percaya diri menghadapi sisa musim.
Kemenangan atas Inter menjadi pijakan penting. Arsenal kini melangkah ke fase berikutnya dengan keyakinan yang semakin kokoh. Perjalanan di Liga Champions pun terasa semakin menjanjikan.






