Arema FC kembali melakukan perombakan komposisi pemain asing setelah putaran pertama BRI Super League 2025/2026 berakhir. Kali ini, klub berjulukan Singo Edan itu melepas winger asal Argentina, Ian Puleio, yang sebelumnya sempat mencuri perhatian publik. Keputusan tersebut muncul meski sang pemain baru saja menjadi penentu kemenangan penting Arema FC pada laga terakhir putaran pertama.
Winger berusia 27 tahun itu berpamitan dengan rekan setimnya saat sesi latihan di Lapangan Dreams Football Pitch, Malang, Jumat (14/1/2026). Momen perpisahan tersebut menandai berakhirnya kiprah Ian Puleio bersama Arema FC, setidaknya untuk menghadapi putaran kedua kompetisi.
Perpisahan yang Datang Secara Mengejutkan
Keputusan melepas Ian Puleio terbilang mengejutkan karena kontribusinya masih terasa signifikan. Yang terpenting, Ian baru saja mencetak gol penentu kemenangan Arema FC atas Persik Kediri. Gol tersebut tercipta pada masa injury time dan membawa Singo Edan menang 2-1 di Stadion Kanjuruhan pada 11 Januari 2026.
Berkat gol itu, Arema FC mengakhiri putaran pertama dengan catatan positif di kandang. Oleh karena itu, banyak pihak menilai keputusan berpisah dengan Ian terkesan mendadak. Apalagi, pujian sempat mengalir dari pendukung usai performa heroiknya tersebut.
Ian sendiri mengakui bahwa keputusan itu bukan datang dari keinginannya pribadi. Ia menyebut pelatih memiliki rencana lain untuk tim. Karena alasan tersebut, sang pemain memilih menerima keputusan manajemen dengan sikap profesional.
Klub Masih Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, Arema FC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pelepasan Ian Puleio. Namun, sang pemain telah memastikan dirinya tidak lagi menjadi bagian tim pada putaran kedua BRI Super League. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan tim ke depan.
Jika melihat catatan statistik, kontribusi Ian sebenarnya cukup solid. Ia tampil dalam 15 pertandingan selama putaran pertama. Dari jumlah tersebut, Ian mencatatkan dua gol dan satu assist. Selain itu, ia kerap dimainkan sebagai winger kanan yang bertugas membuka ruang serangan.
Pada awal musim, Ian sering menjadi pilihan utama pelatih. Namun, seiring berjalannya kompetisi, perannya mulai berkurang. Ia lebih sering masuk sebagai pemain pengganti karena harus bersaing dengan winger lokal, Salim Tuharea, yang performanya dinilai semakin stabil.
Performa Naik Turun dan Kritik Suporter
Performa Ian Puleio sepanjang putaran pertama memang tidak selalu konsisten. Meski demikian, ia sempat menjadi sorotan tajam Aremania dalam laga derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025.
Dalam laga itu, Ian hanya bermain selama delapan menit. Namun, ia gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang lawan. Akibat kegagalan tersebut, Arema FC harus puas dengan hasil imbang 1-1. Banyak pihak menilai peluang itu seharusnya bisa menjadi gol kemenangan bersejarah di kandang Persebaya.
Kritik keras pun mengalir kepada sang winger. Meski begitu, Ian tidak larut dalam tekanan. Ia justru menunjukkan respons positif pada laga-laga berikutnya. Sikap tersebut mencerminkan mentalitas profesional yang patut diapresiasi.
Gol Penting yang Menjadi Penutup Kiprah
Setelah momen sulit tersebut, Ian Puleio mampu bangkit. Ia mencetak gol penting ke gawang Malut United yang membantu Arema FC mencuri satu poin di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Gol tersebut menjadi tanda kebangkitan sang pemain setelah periode kurang meyakinkan.
Selain itu, gol ke gawang Persik Kediri menjadi penutup manis kiprahnya bersama Arema FC. Gol itu juga memutus catatan minor Singo Edan di kandang. Sebelumnya, Arema FC hanya mampu meraih satu poin dari enam laga kandang.
Oleh karena itu, kontribusi Ian tidak bisa dianggap remeh. Meski hanya mencetak dua gol, keduanya hadir pada momen krusial. Namun, keputusan manajemen tampaknya lebih menitikberatkan pada kebutuhan taktik dan rencana jangka panjang tim.
Penutup
Perpisahan Arema FC dengan Ian Puleio menegaskan bahwa dinamika tim profesional tidak selalu bergantung pada momen heroik semata. Manajemen dan pelatih memiliki pertimbangan strategis yang melampaui kontribusi individu. Dengan berakhirnya putaran pertama BRI Super League, Arema FC kini dihadapkan pada tantangan menyusun ulang kekuatan demi hasil lebih konsisten di putaran kedua.






