Kalah dari Osasuna menjadi pukulan bagi Real Madrid, namun Alvaro Arbeloa tetap yakin timnya mampu menjuarai La Liga musim ini. Kekalahan 1-2 di El Sadar tidak membuat sang pelatih kehilangan optimisme dalam perburuan gelar 2025/2026.
Pada jornada ke-25, Real Madrid harus mengakui keunggulan CA Osasuna. Hasil tersebut membuka peluang bagi FC Barcelona untuk memangkas jarak di klasemen karena hanya terpaut dua poin.
Meski demikian, Arbeloa menegaskan bahwa musim masih panjang. Ia menilai satu kekalahan tidak akan menentukan arah akhir kompetisi.
Arbeloa Tidak Cari Alasan
Dalam pernyataannya seusai laga, Alvaro Arbeloa mengakui timnya tidak tampil maksimal. Ia tidak mencoba mencari pembenaran atas hasil negatif tersebut.
Menurutnya, Osasuna tampil lebih efektif memanfaatkan peluang. Real Madrid sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal menjaga konsentrasi di momen krusial.
Arbeloa menyebut kekalahan seperti ini bisa terjadi dalam kompetisi panjang. Oleh karena itu, ia meminta timnya tetap fokus pada target utama.
“Saya berharap kekalahan ini tidak berdampak pada rencana kami,” ujar Arbeloa. Ia menekankan bahwa masih banyak pertandingan tersisa di La Liga.
Musim Masih Panjang
Arbeloa menilai persaingan gelar belum berakhir. La Liga menyisakan cukup banyak laga yang bisa mengubah peta klasemen.
Dalam empat hari ke depan, Real Madrid sudah harus kembali bertanding. Jadwal padat membuat mereka tidak punya waktu lama untuk larut dalam kekecewaan.
Selain itu, konsistensi menjadi faktor utama dalam perebutan gelar. Tim yang mampu menjaga fokus hingga akhir musim akan memiliki peluang terbesar.
Real Madrid saat ini masih berada di posisi atas klasemen. Walau jarak dengan Barcelona tipis, mereka tetap memegang kendali atas nasib sendiri.
Kepercayaan pada Mental Tim
Arbeloa juga menyoroti pentingnya mentalitas. Ia percaya timnya memiliki karakter kuat untuk bangkit dari tekanan.
Menurutnya, kekuatan sebuah tim terlihat saat menghadapi situasi sulit. Momen ini menjadi ujian bagi skuadnya untuk menunjukkan reaksi positif.
Ia menegaskan bahwa para pemain harus mempertahankan standar tinggi. Tanpa tuntutan besar pada diri sendiri, sulit untuk bersaing di level tertinggi.
Arbeloa menyatakan keyakinannya terhadap kualitas tim. Ia percaya kerja keras dan disiplin akan membawa Real Madrid kembali ke jalur kemenangan.
Ancaman dari Barcelona
Kekalahan di El Sadar memberi peluang bagi Barcelona untuk menyalip. Jika rival utama meraih kemenangan di laga berikutnya, posisi puncak bisa berubah.
Situasi ini menambah tekanan bagi Real Madrid. Namun, Arbeloa meminta timnya tidak terpengaruh oleh hasil tim lain.
Fokus utama tetap pada performa sendiri. Jika Madrid mampu memaksimalkan laga-laga berikutnya, mereka tetap berada dalam jalur juara.
Persaingan La Liga musim ini berlangsung ketat. Setiap poin memiliki nilai penting dalam perebutan trofi.
Fokus ke Liga Champions
Real Madrid tidak punya waktu lama untuk berbenah. Mereka akan menjamu SL Benfica pada leg kedua playoff Liga Champions.
Pada pertemuan pertama, Madrid menang tipis 1-0. Keunggulan tersebut belum sepenuhnya aman.
Arbeloa harus memastikan timnya bangkit secara mental dan taktik. Kemenangan di Eropa bisa menjadi momentum kebangkitan di liga domestik.
Selain itu, rotasi pemain mungkin menjadi pertimbangan. Jadwal padat menuntut pengelolaan fisik yang tepat.
Evaluasi Lini Belakang
Salah satu sorotan utama adalah performa lini belakang. Real Madrid kebobolan dua gol yang sebenarnya bisa diantisipasi.
Koordinasi antarbek perlu ditingkatkan. Konsentrasi hingga menit akhir menjadi aspek yang harus dibenahi.
Arbeloa menyadari pentingnya stabilitas pertahanan. Tanpa fondasi kuat di belakang, sulit menjaga konsistensi hasil.
Namun ia tetap menekankan bahwa tim harus bergerak maju. Evaluasi dilakukan tanpa mengurangi rasa percaya diri.
Kesimpulan
Kekalahan dari Osasuna menjadi alarm bagi Real Madrid. Meski demikian, Arbeloa tetap optimistis timnya mampu merebut gelar La Liga.
Musim masih menyisakan banyak pertandingan. Tantangan berikutnya datang di Liga Champions melawan Benfica.
Jika Real Madrid mampu bangkit dengan cepat, peluang juara tetap terbuka lebar. Kunci utama terletak pada konsistensi, mentalitas, dan kerja keras hingga akhir musim.






