Kemenangan Bayer Leverkusen atas Olympiakos dengan skor 2-0 menjadi sorotan pada leg pertama fase gugur Liga Champions 2025/2026. Dalam duel Olympiakos vs Leverkusen di Stadion Giorgios Karaiskakis, Kamis 19 Februari 2026 dini hari WIB, wakil Jerman mencetak sejarah baru lewat dua gol Patrik Schick.
Hasil ini menandai kemenangan tandang pertama Leverkusen di fase gugur kompetisi elit Eropa tersebut. Selain itu, Die Werkself sukses memutus rekor tanpa kemenangan dalam empat lawatan terakhir ke Yunani.
Di sisi lain, Olympiakos kembali menunjukkan inkonsistensi. Tuan rumah kini hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang.
Babak Pertama: Tuan Rumah Menekan, VAR Gagalkan Gol
Sejak awal laga, Olympiakos tampil agresif di hadapan publiknya. Mehdi Taremi hampir membuka skor setelah menerima bola panjang, namun tembakannya melenceng tipis dari sasaran.
Leverkusen tidak tinggal diam dan merespons melalui Patrik Schick. Striker asal Republik Ceko itu mendapat peluang jarak dekat, tetapi gagal menaklukkan Konstantinos Tzolakis.
Tekanan tuan rumah berlanjut lewat aksi Gelson Martins. Ia mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama, namun kiper Leverkusen melakukan penyelamatan penting.
Sementara itu, Tzolakis juga tampil impresif di bawah mistar. Ia menggagalkan peluang emas Ibrahim Maza dari jarak sangat dekat, bahkan bola sempat membentur mistar.
Menjelang turun minum, Olympiakos sempat mencetak gol melalui Ayoub El Kaabi. Namun wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR memastikan posisi offside.
Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Kedua tim menunjukkan intensitas tinggi, tetapi belum mampu memaksimalkan peluang yang tercipta.
Babak Kedua: Efektivitas Leverkusen Jadi Pembeda
Memasuki paruh kedua, Olympiakos kembali mencoba mengambil inisiatif. Gelson Martins melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung tipis di atas mistar.
Giulian Biancone juga mendapat peluang lewat sundulan, tetapi arah bola belum menemui sasaran. Serangkaian kegagalan itu akhirnya dibayar mahal.
Pada pertengahan babak kedua, Leverkusen memecah kebuntuan. Ernest Poku mengirim umpan terobosan matang yang disambut Schick dengan lari terukur.
Striker tersebut melepaskan sepakan melengkung yang tak mampu dijangkau Tzolakis. Gol itu mengubah arah pertandingan secara signifikan.
Hanya tiga menit berselang, Leverkusen kembali mencetak gol. Situasi sepak pojok dimanfaatkan Schick yang berdiri tanpa kawalan di kotak penalti.
Ia menanduk bola dengan tenang ke sudut gawang. Meskipun Tzolakis sempat bereaksi, bola tetap meluncur masuk.
Gol kedua tersebut menjadi koleksi keempat Schick dalam empat laga terakhirnya. Ketajamannya menjadi faktor krusial dalam kemenangan ini.
Rekor Baru dan Tekanan untuk Leg Kedua
Keunggulan dua gol membuat Leverkusen tampil lebih percaya diri. Mereka mampu mengontrol tempo permainan dan meminimalkan ancaman tuan rumah.
Sebaliknya, performa Olympiakos menurun setelah kebobolan dua kali. Lorenzo Scipioni sempat mencoba peruntungan lewat tembakan melengkung, tetapi belum membuahkan hasil.
Leverkusen sebenarnya memiliki peluang menambah keunggulan. Namun Schick gagal memaksimalkan satu kesempatan lain di dalam kotak penalti.
Meski demikian, skor 2-0 sudah cukup memberi modal besar menuju leg kedua. Selain itu, hasil ini memperpanjang tren positif Leverkusen dengan enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir.
Sebaliknya, Olympiakos kini berada di posisi sulit. Untuk menjaga asa lolos, mereka harus tampil lebih efektif saat bertandang ke Jerman.
Yang terpenting, Leverkusen menunjukkan kematangan dalam mengelola tekanan laga tandang. Kemenangan ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pernyataan kekuatan di level Eropa.
Susunan Pemain Kedua Tim
Olympiakos menurunkan Konstantinos Tzolakis sebagai penjaga gawang. Lini belakang diperkuat Francisco Ortega, Lorenzo Pirola, Panagiotis Retsos, dan Rodinei.
Di lini tengah, Santiago Hezze dan Christos Mouzakitis mengatur ritme permainan. Ayoub El Kaabi dan Mehdi Taremi menjadi andalan di lini depan.
Leverkusen menempatkan Janis Blaswich di bawah mistar. Pertahanan diisi Edmond Tapsoba, Robert Andrich, dan Jarell Quansah.
Alejandro Grimaldo serta Aleix Garcia mendukung lini tengah. Patrik Schick menjadi ujung tombak dengan dukungan Ernest Poku dan Ibrahim Maza.
Leg kedua akan menjadi penentuan. Namun dengan keunggulan agregat 2-0, Die Werkself kini selangkah lebih dekat menuju babak berikutnya.
Modal Psikologis Jelang Leg Kedua
Kepercayaan diri Leverkusen meningkat signifikan berkat kemenangan ini. Mereka kini memiliki keunggulan agregat sekaligus momentum positif jelang laga penentuan di kandang sendiri.
Sementara itu, Olympiakos harus memperbaiki efektivitas serangan karena dominasi peluang tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang tajam. Leg kedua diprediksi berlangsung lebih terbuka dan sarat tekanan bagi kedua tim.






