Drama 6 gol tersaji dalam laga Club Brugge vs Atletico Madrid yang berakhir imbang 3-3 pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Pertandingan di Jan Breydel Stadion, Kamis 19 Februari 2026 dini hari WIB, menghadirkan tensi tinggi sejak menit awal hingga peluit akhir.
Hasil ini membuat peluang lolos tetap terbuka lebar bagi kedua tim. Atletico Madrid gagal mempertahankan keunggulan dua kali, sementara Club Brugge menunjukkan mentalitas kuat di hadapan publik sendiri.
Selain itu, catatan buruk Atletico saat bertandang ke markas Brugge kembali berlanjut. Dari lima kunjungan, Los Rojiblancos belum pernah membawa pulang kemenangan.
Babak Pertama: Atletico Unggul Cepat dan Efektif
Atletico datang dengan tekanan rekor tandang yang kurang meyakinkan. Namun tim asuhan Diego Simeone justru tampil agresif sejak awal.
Keunggulan tercipta pada menit ketujuh melalui titik putih. Wasit menunjuk penalti setelah VAR menyatakan Joaquin Seys melakukan handball di kotak terlarang.
Julian Alvarez menjalankan tugasnya dengan tenang. Ia mengecoh Simon Mignolet dan membawa Atletico unggul 1-0.
Gol tersebut tidak membuat Brugge kehilangan arah. Tuan rumah merespons dengan tekanan konsisten dan beberapa tembakan jarak jauh.
Jan Oblak harus bekerja keras menepis peluang Nicolo Tresoldi dan Raphael Onyedika. Pertahanan Atletico terlihat mulai tertekan.
Meski demikian, efektivitas menjadi pembeda. Menjelang akhir babak pertama, Atletico menggandakan keunggulan melalui skema bola mati.
Sepak pojok Marcos Llorente diteruskan Antoine Griezmann sebelum disambar Ademola Lookman dari jarak dekat. Skor 2-0 menutup babak pertama.
Namun angka di papan skor tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga. Brugge tetap tampil berani dan tidak kehilangan kepercayaan diri.
Babak Kedua: Kebangkitan Brugge dan Balasan Dramatis
Memasuki babak kedua, Club Brugge menunjukkan mentalitas kuat. Tujuh menit setelah restart, Raphael Onyedika mencetak gol balasan.
Ia memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Oblak dan mengubah skor menjadi 2-1. Momentum pertandingan mulai beralih ke tuan rumah.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan gol penyeimbang. Nicolo Tresoldi menjulurkan kaki menyambar umpan silang Mamadou Diakhon.
Skor berubah menjadi 2-2 dan stadion bergemuruh. Atletico terlihat kehilangan kendali permainan.
Melihat situasi tersebut, Simeone memasukkan Alexander Sorloth. Pergantian ini bertujuan menambah daya gedor di lini depan.
Dampaknya langsung terasa. Sundulan Sorloth sempat membentur mistar sebelum Atletico kembali mencetak gol.
Tekanan berkelanjutan membuat Joel Ordonez melakukan gol bunuh diri. Umpan silang Llorente berbelok arah dan masuk ke gawang sendiri.
Atletico kembali unggul 3-2 dan tampak berada di jalur kemenangan. Akan tetapi, Brugge belum menyerah.
Gol Penutup dan Rekor Berlanjut
Saat laga memasuki fase akhir, Brugge kembali menunjukkan daya juang. Christos Tzolis mencetak gol indah lewat tembakan menyilang.
Sepakan tersebut tidak mampu dijangkau Oblak. Skor kembali imbang 3-3 dan bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Brugge atas klub Spanyol menjadi enam laga. Dua kemenangan dan empat imbang menunjukkan konsistensi mereka di kandang.
Sebaliknya, Atletico harus menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan. Dalam lima laga tandang terakhir di semua kompetisi, mereka hanya meraih satu kemenangan.
Susunan Pemain dan Dampak Leg Kedua
Club Brugge tampil dengan Simon Mignolet di bawah mistar. Lini belakang diisi Sabbe, Ordonez, Mechele, dan Seys.
Di lini tengah, Onyedika dan Vanaken berperan penting dalam distribusi bola. Tresoldi menjadi ancaman utama di lini depan.
Atletico menurunkan Jan Oblak sebagai penjaga gawang. Alvarez dan Griezmann memimpin serangan dengan dukungan Lookman serta Llorente.
Leg kedua di Madrid pekan depan akan menjadi penentu. Dengan skor imbang 3-3, kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar.
Yang terpenting, Atletico harus memperbaiki konsistensi lini belakang. Kebobolan tiga gol menjadi catatan serius.
Sementara itu, Brugge membawa kepercayaan diri tinggi. Rekor kandang dan mentalitas kuat menjadi modal berharga.
Liga Champions kembali menyajikan drama penuh gol. Duel Club Brugge vs Atletico Madrid memastikan bahwa leg kedua akan berlangsung dengan tensi yang tidak kalah tinggi.






