Wolves vs Arsenal berakhir 2-2 yang menghadirkan drama besar di pekan ke-31 Premier League 2025/2026. Arsenal yang sempat unggul dua kali harus puas berbagi angka setelah kebobolan pada menit 90+4 di Molineux Stadium, Kamis 19 Februari 2026 WIB.
Pertemuan juru kunci melawan pemuncak klasemen awalnya terlihat berjalan satu arah. Namun Wolves menunjukkan karakter kuat dan memanfaatkan momen krusial di penghujung laga.
Hasil ini tidak mengubah posisi Arsenal di puncak klasemen dengan 58 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, Wolves tetap berada di dasar klasemen dengan 10 poin, meski satu angka ini memberi dorongan moral besar.
Babak Pertama: Arsenal Dominan dan Unggul Cepat
Arsenal langsung menekan sejak kick-off. Intensitas tinggi membuat Wolves kesulitan mengembangkan permainan pada menit-menit awal.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-5. Declan Rice mengirim umpan akurat dari sisi kiri yang disambut sundulan Bukayo Saka di depan gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk tim tamu.
Keunggulan cepat tersebut membuat Arsenal semakin percaya diri. Mereka menguasai bola hingga 58 persen dan memaksa tuan rumah bertahan dalam.
Peluang kembali hadir pada menit ke-17. Noni Madueke melepaskan tembakan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti. Jose Sa sempat menjatuhkan bola, tetapi lini belakang Wolves segera menyapu bahaya.
Wolves baru menunjukkan reaksi setelah Tolu Arokodare masuk menggantikan Angel Gomes pada menit ke-22. Kehadiran penyerang fisikal itu memberi dimensi berbeda di lini depan.
Meski demikian, Wolves tetap kesulitan menciptakan peluang bersih. Hingga babak pertama berakhir, mereka belum mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Arsenal menutup 45 menit pertama dengan keunggulan 1-0. Permainan disiplin dan organisasi rapi membuat mereka tampak nyaman.
Babak Kedua: Momentum Berubah di Molineux
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali meningkatkan tempo. Hasilnya terlihat pada menit ke-56 ketika Piero Hincapie menggandakan keunggulan.
Bek asal Ekuador itu lolos dari jebakan offside dan menyelesaikan umpan terobosan Gabriel dengan sepakan keras. Skor berubah menjadi 2-0 dan laga terlihat terkendali bagi Arsenal.
Namun Wolves tidak menyerah. Lima menit kemudian, Hugo Bueno mencetak gol indah dari luar kotak penalti. Sepakan melengkungnya tidak mampu dijangkau David Raya.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Wolves tampil lebih agresif dan mulai menekan pertahanan Arsenal yang tampak goyah.
Arsenal sempat memiliki peluang emas pada menit ke-68. Gabriel Martinelli melepaskan sepakan mendatar, tetapi Jose Sa melakukan penyelamatan refleks yang krusial.
Tekanan Wolves semakin meningkat memasuki menit akhir. Mereka memanfaatkan situasi bola mati dan umpan silang untuk menciptakan kemelut.
Drama Injury Time dan Gol Bunuh Diri
Pertandingan memasuki masa injury time dengan Arsenal masih unggul 2-1. Namun drama terjadi pada menit 90+4.
Riccardo Calafiori salah mengantisipasi bola di depan gawang sendiri. Situasi bermula dari kemelut setelah David Raya gagal menangkap umpan silang dengan sempurna.
Bola mengenai Calafiori dan masuk ke gawang. Skor menjadi 2-2 dan Molineux bergemuruh.
Arsenal mencoba merespons cepat dalam sisa waktu. Akan tetapi, peluang terakhir tidak membuahkan hasil.
Peluit panjang berbunyi dan kedua tim harus puas berbagi poin. Arsenal terpeleset di detik terakhir, sementara Wolves merayakan satu angka penting.
Statistik Wolves vs Arsenal
Secara statistik, Arsenal tetap unggul dalam sejumlah aspek. Mereka mencatat 10 tembakan dibanding lima milik Wolves.
Tembakan tepat sasaran juga berpihak pada Arsenal dengan empat berbanding dua. Penguasaan bola mencapai 58 persen untuk tim tamu.
Selain itu, Arsenal unggul dalam jumlah operan dengan 395 berbanding 264. Akurasi operan mereka mencapai 82 persen.
Namun efektivitas menjadi pembeda. Wolves mampu memaksimalkan dua peluang tepat sasaran menjadi dua gol.
Jumlah pelanggaran relatif seimbang, dengan delapan untuk Arsenal dan enam bagi Wolves. Tidak ada kartu merah dalam laga ini.
Susunan Pemain dan Evaluasi
Wolves tampil dengan formasi 3-5-2. Jose Sa menjaga gawang, didukung Mosquera, Santiago Bueno, dan Krejci di lini belakang.
Arsenal memakai skema 4-2-3-1. David Raya menjadi penjaga gawang, sementara Saka, Madueke, dan Martinelli mendukung Viktor Gyokeres di lini depan.
Hasil ini menjadi pengingat bagi Arsenal untuk menjaga konsentrasi hingga akhir. Keunggulan dua gol belum tentu aman jika fokus menurun.
Sementara itu, Wolves menunjukkan semangat pantang menyerah. Gol balasan dan drama injury time membuktikan mereka tetap kompetitif.
Arsenal tetap berada di puncak klasemen. Namun kehilangan dua poin di laga seperti ini bisa berdampak dalam persaingan gelar.
Premier League kembali menghadirkan drama. Hasil Wolves vs Arsenal 2-2 menegaskan bahwa setiap pertandingan dapat berubah dalam hitungan detik.






