Wednesday, February 18, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsBenfica vs Real Madrid: Mourinho Minta Lupakan Hasil Lama, Duel Dimulai dari...

Benfica vs Real Madrid: Mourinho Minta Lupakan Hasil Lama, Duel Dimulai dari Awal

Duel Benfica vs Real Madrid kembali tersaji pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026. Pertandingan akan berlangsung di Estadio da Luz, Rabu 18 Februari 2026 pukul 03.00 WIB. Duel ini menjadi pertemuan kedua kedua tim dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Pada laga sebelumnya di fase liga, Benfica menang 4-2 atas Real Madrid. Hasil tersebut memastikan Benfica melaju ke babak play-off. Sementara itu, Madrid gagal finis di delapan besar klasemen.

- Advertisement -
asia9QQ

Meski unggul dalam pertemuan terakhir, pelatih Benfica, Jose Mourinho, meminta semua pihak melupakan hasil tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi Madrid kini sudah berbeda. Oleh karena itu, laga ini dinilai sebagai cerita baru.

Madrid Datang dengan Wajah Berbeda

Mourinho melihat perubahan signifikan pada Madrid di bawah asuhan Alvaro Arbeloa. Menurutnya, struktur permainan Los Blancos kini lebih solid. Ia menilai tim tamu berkembang dalam organisasi bertahan.

Pendekatan taktik Madrid terlihat lebih disiplin. Mereka bertahan dengan dua garis rapat dan menunggu momen transisi cepat. Skema ini membuat permainan lebih seimbang.

Selain itu, Madrid memanfaatkan kecepatan lini depan secara efektif. Kombinasi serangan balik cepat menjadi senjata utama. Hal ini berbeda dibanding pertemuan sebelumnya.

Perubahan tersebut membuat Mourinho enggan meremehkan lawan. Ia menilai hasil 4-2 tidak lagi relevan untuk laga ini. Fokus utama kini adalah kesiapan menghadapi Madrid yang lebih terstruktur.

Kembalinya Pilar Penting Los Blancos

Kehadiran pemain kunci memberi dampak besar bagi Madrid. Trent Alexander-Arnold dan Antonio Rudiger kembali memperkuat lini belakang. Stabilitas pertahanan pun meningkat signifikan.

Dengan komposisi tersebut, Madrid lebih nyaman menjaga kedalaman lini. Mereka juga memberi kebebasan bagi Vinicius Junior dan Kylian Mbappe di depan. Strategi ini membuat serangan lebih tajam.

Kembalinya beberapa pemain inti juga menambah variasi taktik. Madrid kini mampu mengontrol tempo lebih baik. Karena itu, Benfica perlu waspada terhadap perubahan tersebut.

Kondisi ini menambah dimensi baru dalam duel di Estadio da Luz. Mourinho menyadari bahwa menghadapi tim yang lebih lengkap membutuhkan fokus ekstra.

Ancaman Tim yang Terluka

Mourinho menyebut Madrid sebagai tim yang terluka. Kekalahan 4-2 sebelumnya dianggap sebagai pukulan harga diri. Situasi itu bisa memicu reaksi besar dari tim tamu.

Menurutnya, kualitas individu Madrid selalu menjadi ancaman. Vinicius Junior tetap menjadi perhatian utama. Kecepatannya di sisi kiri kerap menentukan hasil laga.

Untuk meredam ancaman tersebut, Mourinho menekankan kerja kolektif. Ia meminta seluruh pemain bergerak kompak. Pendekatan ini dinilai penting untuk mengurangi ruang gerak lawan.

Selain itu, disiplin lini tengah akan menjadi kunci. Jika Benfica mampu mengontrol area tersebut, tekanan Madrid dapat diminimalkan. Namun, konsentrasi harus terjaga sepanjang pertandingan.

Motivasi dan Faktor Emosional

Laga ini juga memiliki nilai emosional bagi Mourinho. Ia pernah menangani Madrid pada periode 2010 hingga 2013. Meski demikian, fokusnya kini sepenuhnya pada Benfica.

Bermain di kandang memberi keuntungan tersendiri. Dukungan publik Estadio da Luz kerap menghadirkan tekanan bagi tim tamu. Atmosfer tersebut bisa menjadi faktor penentu.

Motivasi pemain Benfica juga tetap tinggi. Beberapa pemain baru pulih dari cedera dan siap tampil maksimal. Mereka melihat duel ini sebagai kesempatan membuktikan kualitas.

Namun, Mourinho menegaskan bahwa menang dua kali atas Madrid jauh lebih sulit. Sistem dua leg menuntut konsistensi. Oleh karena itu, hasil leg pertama sangat krusial.

Analisis Taktik Jelang Leg Pertama

Benfica kemungkinan tetap mengandalkan permainan agresif. Tekanan tinggi sejak awal dapat memanfaatkan momentum kandang. Strategi ini sukses pada pertemuan sebelumnya.

Di sisi lain, Madrid diprediksi tampil lebih sabar. Mereka akan fokus menjaga struktur dan memanfaatkan kesalahan kecil. Pendekatan pragmatis ini sering efektif di fase gugur.

Kunci laga terletak pada duel lini tengah. Jika Madrid menguasai ritme, Benfica bisa kesulitan berkembang. Sebaliknya, tekanan cepat tuan rumah dapat memaksa kesalahan.

Efektivitas penyelesaian akhir juga menentukan. Kedua tim memiliki penyerang berkualitas. Karena itu, peluang kecil bisa menjadi pembeda.

Awal Baru Menuju Babak 16 Besar

Pertandingan ini dipandang sebagai awal baru. Hasil sebelumnya tidak lagi menjadi patokan utama. Kedua tim memasuki laga dengan konteks berbeda.

Benfica ingin mempertahankan momentum positif. Sementara itu, Madrid berambisi membalas kekalahan. Duel ini dipastikan berlangsung ketat dan penuh tensi.

Leg pertama akan memberi gambaran arah duel. Tim yang mampu mengelola tekanan dan memaksimalkan peluang akan berada di posisi lebih baik.

Dengan perubahan taktik dan kembalinya pemain kunci Madrid, laga diprediksi berjalan seimbang. Namun, faktor kandang bisa memberi sedikit keuntungan bagi Benfica.

Prediksi skor akhir: Benfica 2-2 Real Madrid.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments