Friday, February 6, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisPeluang Besar Arsenal Raih Empat Trofi Musim Ini, 5 Faktor Ini Jadi...

Peluang Besar Arsenal Raih Empat Trofi Musim Ini, 5 Faktor Ini Jadi Alasan

Arsenal membuka paruh kedua musim 2025/2026 dengan posisi yang sangat menjanjikan di berbagai kompetisi. The Gunners memimpin klasemen Premier League, tampil sempurna di Liga Champions, melaju jauh di Piala Liga, serta masih bertahan di Piala FA. Oleh karena itu, peluang Arsenal untuk memburu quadruple musim ini tidak lagi terdengar utopis, melainkan didukung sejumlah indikator konkret.

Kembalinya Kai Havertz Mengubah Struktur Serangan

Salah satu faktor paling krusial datang dari kembalinya Kai Havertz ke dalam skuad utama. Sebelumnya, Arsenal sempat kehilangan keseimbangan serangan saat Havertz absen cukup lama. Lini depan tetap menciptakan peluang, tetapi koneksi antar lini kerap terputus.

- Advertisement -
asia9QQ

Viktor Gyokeres sempat menjadi tumpuan utama di sektor depan. Namun, kontribusinya belum selalu konsisten dalam setiap laga besar. Kehadiran Havertz memberikan dimensi tambahan, terutama dalam fase build-up dan pressing awal.

Pelatih Mikel Arteta menilai Havertz sebagai kepingan penting dalam sistem permainan tim. Perannya tidak hanya soal gol, tetapi juga membaca ruang dan membuka jalur serangan. Oleh karena itu, Arsenal kini memiliki fleksibilitas taktik yang lebih matang.

Pesaing Utama Belum Menemukan Konsistensi

Di atas kertas, Liverpool dan Manchester City tetap menjadi ancaman utama Arsenal. Namun, performa kedua rival tersebut musim ini belum mencapai level terbaiknya. Inkonsistensi hasil membuat jarak poin terbuka di papan klasemen.

Liverpool diprediksi menutup musim dengan perolehan poin terendah dalam lebih dari satu dekade. Sementara itu, Manchester City juga berada di jalur yang tidak ideal untuk mempertahankan gelar liga. Situasi ini memberi ruang bernapas bagi Arsenal.

Di Liga Champions, peta persaingan juga lebih terbuka. Paris Saint-Germain tidak lagi dominan, sedangkan Real Madrid menjalani musim yang naik turun. Bayern Munchen memang masih berbahaya, tetapi Arsenal sudah membuktikan mampu menaklukkan mereka.

Jadwal Kompetisi yang Relatif Bersahabat

Perburuan quadruple biasanya identik dengan jadwal padat dan melelahkan. Namun, Arsenal justru mendapat susunan pertandingan yang relatif bersahabat pada fase krusial. Di Piala FA, mereka akan menghadapi Wigan Athletic yang berjuang di League One.

Perbedaan kualitas yang cukup jauh memberi peluang rotasi pemain. Selain itu, Arsenal berpeluang menjaga intensitas tanpa mengorbankan hasil. Kondisi ini sangat penting dalam menjaga kebugaran skuad.

Di Liga Champions, status juara grup memberi keuntungan besar. Arsenal selalu memainkan leg kedua fase gugur di kandang sendiri. Dengan rekor kandang yang kuat, keuntungan ini tidak bisa dianggap remeh.

Kedalaman Skuad yang Teruji di Banyak Situasi

Kedalaman skuad menjadi faktor pembeda Arsenal musim ini. Cedera Bukayo Saka sempat memicu kekhawatiran besar. Namun, kehadiran Noni Madueke sebagai pelapis mampu menjaga stabilitas permainan.

Selain itu, nama-nama seperti Eberechi Eze, Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, hingga Ben White memberi Arteta banyak opsi. Rotasi dapat dilakukan tanpa menurunkan kualitas tim secara signifikan.

Situasi ini membuat Arsenal lebih siap menghadapi jadwal padat. Karena itu, risiko kelelahan berlebihan dapat diminimalkan. Dalam perburuan empat trofi, faktor ini sering menjadi penentu utama.

Kekuatan Kolektif Jadi Fondasi Utama

Arsenal kerap dikritik karena tidak memiliki satu superstar dominan di lini depan. Namun, pendekatan kolektif justru menjadi kekuatan utama mereka musim ini. Ancaman datang dari banyak arah, bukan satu sosok saja.

Di Premier League, Arsenal sudah memiliki lebih dari 10 pencetak gol berbeda. Gyokeres, Saka, Leandro Trossard, Declan Rice, hingga Mikel Merino berkontribusi secara seimbang. Distribusi gol yang merata membuat lawan sulit fokus pada satu pemain.

Pendekatan ini juga membuat Arsenal lebih tahan terhadap cedera. Kehilangan satu pemain tidak langsung merusak sistem. Oleh karena itu, stabilitas performa tetap terjaga di berbagai kompetisi.

Momentum dan Mentalitas Menuju Fase Penentuan

Memasuki fase akhir musim, momentum menjadi faktor yang tidak kalah penting. Arsenal menunjukkan konsistensi hasil dan performa sejak awal tahun. Kepercayaan diri tim terlihat meningkat dari laga ke laga.

Mentalitas ini terbentuk dari kombinasi kedalaman skuad, kejelasan taktik, serta kondisi pesaing yang belum stabil. Dengan setengah musim tersisa, Arsenal berada dalam posisi ideal untuk mengelola ambisi besar.

Jika mampu menjaga fokus dan kebugaran, peluang meraih quadruple akan tetap terbuka. Arsenal kini tidak hanya bermimpi, tetapi memiliki dasar kuat untuk mewujudkannya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments