Wednesday, January 21, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsReal Madrid Catat Starting XI Termuda dalam Tujuh Tahun, Franco Mastantuono Ukir...

Real Madrid Catat Starting XI Termuda dalam Tujuh Tahun, Franco Mastantuono Ukir Sejarah di Liga Champions

Starting XI termuda Real Madrid berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas AS Monaco pada lanjutan Liga Champions 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu itu tidak hanya menghadirkan pesta gol, tetapi juga menegaskan arah regenerasi skuad yang tengah dibangun klub raksasa Spanyol tersebut. Keputusan berani menurunkan komposisi pemain muda akhirnya berbuah hasil positif dan memunculkan catatan sejarah baru.

Pertandingan matchday ketujuh fase liga Liga Champions tersebut digelar pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Real Madrid tampil dominan sejak menit awal dan mampu mengontrol jalannya laga dengan tempo tinggi. Selain hasil akhir yang impresif, perhatian tertuju pada usia rata-rata pemain inti yang diturunkan.

- Advertisement -
asia9QQ

Berdasarkan data dari Opta, rata-rata usia starting XI Real Madrid berada di angka 24 tahun 152 hari. Angka ini menjadi yang paling muda dalam tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, catatan serupa terjadi pada Desember 2018 saat Madrid menghadapi CSKA Moscow dengan rata-rata usia 24 tahun 100 hari.

Keberanian Regenerasi di Bawah Arbeloa

Keputusan tersebut mencerminkan arah baru yang diambil manajemen dan staf pelatih. Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, Real Madrid mulai memberi ruang besar bagi talenta muda untuk tampil di panggung elite Eropa. Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa regenerasi bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan strategi yang sudah dijalankan.

Pendekatan tersebut terbilang berisiko, karena Liga Champions menuntut pengalaman dan ketenangan. Namun, Real Madrid mampu menjawab keraguan dengan performa kolektif yang solid. Para pemain muda menunjukkan keberanian dalam duel dan disiplin dalam menjaga struktur permainan.

Selain itu, kombinasi pemain muda dan bintang senior berjalan seimbang. Para pemain berpengalaman tetap menjadi penopang, sementara energi pemain muda memberi dinamika berbeda. Oleh karena itu, keseimbangan ini membuat permainan Madrid terlihat lebih segar dan agresif.

Franco Mastantuono Torehkan Rekor Bersejarah

Sorotan utama pertandingan ini mengarah pada Franco Mastantuono. Gelandang muda asal Argentina tersebut mencetak gol ketiga Real Madrid pada menit ke-52. Gol itu sekaligus memastikan dominasi Los Blancos atas Monaco.

Lebih penting lagi, gol tersebut membawa Mastantuono masuk buku sejarah klub. Menurut catatan MisterChip, ia resmi menjadi pemain termuda ketiga yang mencetak gol untuk Real Madrid di ajang Liga Champions. Ia melakukannya pada usia 18 tahun 159 hari.

Catatan tersebut hanya kalah dari Endrick yang mencetak gol pada usia 18 tahun 58 hari, serta legenda klub Raul Gonzalez yang melakukannya di usia 18 tahun 113 hari. Fakta ini menunjukkan betapa istimewanya pencapaian Mastantuono di usia yang sangat muda.

Selain kontribusi gol, Mastantuono tampil percaya diri dalam mengalirkan bola. Ia juga aktif membantu fase bertahan dan tidak ragu melakukan pressing. Karena itu, penampilannya dinilai matang untuk ukuran pemain belia.

Pesta Gol dan Peran Para Bintang

Meski banyak pemain muda tampil menonjol, peran para bintang tetap krusial. Kylian Mbappe menjadi aktor utama dengan memborong dua gol. Pergerakannya kerap merepotkan lini belakang Monaco sepanjang laga.

Sementara itu, Vinicius Junior turut mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Brasil tersebut tampil impresif setelah beberapa kali menerima tekanan dari publik Bernabeu. Jude Bellingham juga ikut menyumbang gol melalui pergerakan cerdas dari lini kedua.

Satu gol tambahan hadir melalui gol bunuh diri bek Monaco, Thilo Kehrer. Gol tersebut lahir dari tekanan intens yang dilakukan lini serang Madrid. Oleh karena itu, skor akhir mencerminkan dominasi tuan rumah secara menyeluruh.

Sinyal Kuat Masa Depan Real Madrid

Kemenangan ini memperkokoh posisi Real Madrid di fase liga Liga Champions. Selain itu, hasil tersebut memberi pesan kuat kepada para pesaing. Regenerasi yang dijalankan tidak mengurangi daya saing, justru menambah kedalaman skuad.

Dengan usia rata-rata yang lebih muda, Madrid memiliki intensitas dan fleksibilitas tinggi. Hal ini penting untuk menghadapi jadwal padat kompetisi Eropa. Selain itu, pengalaman yang terus dibangun akan menjadi modal berharga ke depan.

Keberhasilan ini juga menunjukkan keberanian klub dalam mengambil keputusan strategis. Memberi kepercayaan kepada pemain muda di laga besar terbukti tidak sia-sia. Oleh karena itu, Real Madrid tampak siap melangkah lebih jauh dengan energi baru.

Jika konsistensi mampu dijaga, kombinasi pemain muda dan bintang mapan dapat menjadi fondasi kuat. Dengan demikian, Real Madrid berpeluang besar kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa pada musim-musim mendatang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments