Menit bermain para pilar Persija Jakarta pada putaran pertama BRI Super League 2025/26 mencerminkan stabilitas tim papan atas. Tim ibu kota menutup paruh musim di posisi ketiga klasemen dengan raihan 35 poin dari 17 pertandingan. Oleh karena itu, konsistensi performa tidak terlepas dari kontribusi pemain-pemain inti yang hampir selalu tampil. Selain itu, kedalaman skuad yang terkelola baik membuat Persija tetap kompetitif dalam persaingan juara.
Konsistensi Persija di Paruh Musim
Persija Jakarta menjalani putaran pertama dengan catatan solid. Anak asuh Mauricio Souza mengemas 11 kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Catatan 32 gol serta hanya 14 kebobolan menegaskan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Selain produktivitas, faktor kebugaran dan kepercayaan pelatih menjadi kunci. Beberapa pemain tampil nyaris tanpa jeda, karena dianggap paling sesuai dengan kebutuhan taktik. Oleh karena itu, menit bermain menjadi indikator penting dalam membaca peran inti di tubuh Persija Jakarta.
Selisih poin yang tipis dengan pesaing terdekat membuat setiap laga bernilai krusial. Dalam konteks ini, kehadiran pemain yang konsisten membantu menjaga ritme tim sepanjang putaran.
Rizky Ridho, Pilar Utama Tanpa Pengganti
Di posisi teratas daftar menit bermain, Rizky Ridho tampil sebagai sosok tak tergantikan. Bek berusia 24 tahun itu mencatatkan 1.421 menit bermain dari 16 pertandingan. Ia selalu menjadi starter dan hanya absen satu laga sepanjang paruh musim.
Peran Ridho tidak terbatas pada bertahan. Ia juga ikut membantu fase build-up dan mencetak satu gol penting. Karena itu, kontribusinya memberi dampak langsung pada kestabilan lini belakang Persija.
Kematangan membaca permainan dan kepemimpinan di lapangan membuat Ridho dipercaya penuh. Selain itu, performa konsistennya menjaga Persija tetap kompetitif saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Van Basty Sousa, Penyeimbang Lini Tengah
Urutan kedua ditempati Van Basty Sousa dengan 1.387 menit bermain dari 16 laga. Gelandang bertahan asal Brasil ini berperan sebagai jangkar permainan. Ia menjadi penghubung penting antara lini belakang dan depan.
Sousa dikenal disiplin menjaga posisi. Oleh karena itu, Persija mampu mengontrol tempo pertandingan dengan lebih baik. Selain fungsi defensif, ia juga menyumbang satu gol yang menambah nilai kontribusinya.
Keberadaan Sousa memberi ruang bagi gelandang lain untuk lebih kreatif. Karena itu, keseimbangan tim tetap terjaga meski menghadapi jadwal padat.
Jordi Amat, Pengalaman yang Menenangkan
Posisi ketiga diisi Jordi Amat dengan total 1.345 menit bermain dari 15 pertandingan. Meski sempat absen satu laga, kehadirannya memberi ketenangan di jantung pertahanan.
Pengalaman internasional Amat terbukti krusial dalam laga-laga besar. Selain solid bertahan, ia mencetak dua gol yang berperan penting dalam perolehan poin. Oleh karena itu, kontribusinya tidak hanya terasa di lini belakang.
Kombinasinya dengan Rizky Ridho menciptakan duet bek tengah yang sulit ditembus. Stabilitas ini menjadi salah satu fondasi performa Persija di putaran pertama.
Allano Lima, Motor Serangan dari Sayap
Dengan menit bermain identik 1.345 menit dari 15 laga, Allano Lima menempati urutan keempat. Winger asal Brasil ini menjadi motor serangan dari sisi kanan. Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu sering membuka ruang.
Allano telah mencetak enam gol sepanjang putaran pertama. Catatan ini menunjukkan efektivitasnya dalam menyelesaikan peluang. Selain itu, pergerakannya membantu menarik perhatian bek lawan.
Perannya memberi variasi serangan yang penting. Karena itu, Persija tidak bergantung pada satu pola ofensif saja.
Fabio Calonego, Penjaga Kedalaman Tim
Daftar lima besar ditutup Fabio Calonego dengan 1.321 menit bermain dari 15 pertandingan. Gelandang bertahan bernomor punggung 97 ini berperan memutus alur serangan lawan. Ia kerap menjadi lapisan pertama sebelum bola masuk ke area berbahaya.
Konsistensi Calonego menjaga struktur tim tetap rapat. Oleh karena itu, Persija jarang kebobolan dari skema serangan terbuka. Perannya mungkin tidak selalu terlihat, tetapi sangat vital.
Apresiasi suporter datang karena kontribusinya menjaga keseimbangan. Dalam persaingan ketat, peran seperti ini sering menjadi pembeda.
Penutup
Lima pemain dengan menit bermain tertinggi menjadi tulang punggung Persija Jakarta di putaran pertama. Kombinasi kekuatan bertahan, kontrol lini tengah, dan efektivitas serangan menjaga Macan Kemayoran tetap di jalur juara. Oleh karena itu, menjaga kebugaran dan konsistensi para pilar ini akan sangat menentukan langkah Persija pada putaran kedua musim 2025/26.






