Timnas Indonesia U-23 kembali menatap laga penting saat berjumpa Mali U-23 dalam uji coba kedua di Stadion Pakansari, Cibinong. Pertandingan yang digelar pada Selasa malam ini bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan kesempatan penting untuk memperbaiki performa setelah kekalahan 0-3 pada pertemuan pertama. Karena itu, Indra Sjafri merombak susunan pemain, terutama di sektor pertahanan dan lini serang, demi menemukan komposisi terbaik menjelang agenda resmi berikutnya.
Evaluasi Pasca Kekalahan Pertama
Kekalahan sebelumnya memberi banyak pelajaran bagi skuad Garuda Muda. Para pemain terlihat kesulitan menjaga organisasi permainan, terutama saat menghadapi tekanan cepat dari Mali. Oleh sebab itu, laga kedua ini menjadi ujian mental sekaligus kesempatan untuk menunjukkan progres. Selain itu, pertandingan ini memberi ruang bagi pemain yang belum mendapat banyak menit bermain untuk tampil dan membuktikan kualitasnya di level internasional.
Indra Sjafri menyadari bahwa skuadnya membutuhkan penyegaran. Karena itulah, ia melakukan rotasi besar pada formasi inti. Perubahan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga menjaga dinamika tim agar tetap kompetitif.
Perubahan di Posisi Penjaga Gawang dan Lini Belakang
Pada sektor pertama, posisi penjaga gawang mengalami perubahan mencolok. Daffa Fasya mendapat kepercayaan untuk tampil sejak menit awal. Keputusan ini terbilang penting karena Indra ingin melihat bagaimana Daffa bereaksi dalam situasi pertandingan yang menuntut fokus tinggi. Selain itu, pergantian ini diharapkan memberi energi baru pada sektor pertahanan yang sebelumnya tampil rapuh.
Formasi dasar tetap menggunakan skema tiga bek. Muhammad Ferarri kembali dipercaya sebagai pemimpin lini belakang berkat pengalamannya. Di sisi lain, Dion Markx dan Kadek Arel melengkapi trio pertahanan. Kombinasi tersebut diharapkan mampu mengurangi celah di area tengah dan memperbaiki komunikasi antarlini, terutama saat menghadapi serangan balik cepat Mali.
Lini Tengah yang Lebih Dinamis
Lini tengah juga mengalami penyesuaian untuk meningkatkan aliran bola. Ivar Jenner tetap menjadi pengatur tempo permainan. Ia menjadi poros yang menghubungkan transisi dari belakang ke depan. Karena itu, perannya sangat krusial dalam menjaga stabilitas tim.
Rivaldo Pakpahan menjadi partner Jenner dalam skema double pivot. Keduanya diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Kehadiran mereka memberi ruang bagi sektor sayap untuk bergerak lebih ofensif.
Pada sisi kiri, Doni Tri Pamungkas kembali menjadi pilihan utama setelah tampil meyakinkan pada laga pertama. Sementara itu, Raka Cahyana mendapat kepercayaan mengisi sayap kanan. Dengan dua pemain cepat di sisi luar, Timnas Indonesia U-23 berupaya menciptakan pola serangan lebih variatif.
Di depan mereka, Rafael Struick tampil sebagai gelandang serang yang bergerak bebas di area antar lini. Perannya sangat penting karena ia menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan.
Hokky Caraka Starter, Duet Baru di Depan
Perubahan terbesar terlihat pada lini depan. Hokky Caraka akhirnya tampil sejak menit awal. Keputusan ini memberi sinyal bahwa Indra ingin memaksimalkan ketajaman alami Hokky. Selain itu, ia membutuhkan striker yang berani menekan sejak garis depan.
Hokky akan berduet dengan Mauro Zijlstra yang berperan sebagai targetman utama. Kehadiran Mauro membantu tim melakukan variasi serangan, baik melalui umpan silang maupun bola-bola panjang. Kombinasi keduanya diharapkan mampu memberi tekanan konsisten ke pertahanan Mali yang sebelumnya tampil sangat disiplin.
Duet ini menjadi sorotan karena keduanya memiliki karakter berbeda. Hokky lebih agresif dan aktif mencari ruang, sedangkan Mauro kuat dalam duel udara dan mampu memantulkan bola untuk rekan setimnya. Oleh karena itu, kerja sama keduanya menjadi kunci untuk membuka pertahanan lawan.
Susunan Pemain Lengkap
Timnas Indonesia U-23 (3-5-2):
Daffa Fasya; Muhammad Ferarri, Dion Markx, Kadek Arel; Raka Cahyana, Ivar Jenner, Rivaldo Pakpahan, Dony Tri Pamungkas; Rafael Struick; Hokky Caraka, Mauro Zijlstra.
Pelatih: Indra Sjafri.
Mali U-23:
Mayame Sissoko; Issa Traore, Sekou Doucoure, Dan Sinate, Boubakar Dembaga, Hamidou Makalou, Sekou Kone, Ibrahima Diakite, Moulaye Haidara, Pape Niama Sissoko, Aboubacar Sidibe.
Pelatih: Fousseni Diawara.
Dengan susunan pemain yang lebih segar dan strategi yang telah dievaluasi, laga kedua ini menjadi kesempatan penting untuk membuktikan progres permainan Timnas Indonesia U-23. Karena itu, publik tentu berharap rotasi ini mampu mengangkat performa Garuda Muda dan memberi sinyal positif menuju agenda resmi selanjutnya.






