Lionel Scaloni menegaskan Argentina tidak menyiapkan formula khusus jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Laga itu digelar di Stadion News York New Jersey, Amerika Serikat, besok Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Pernyataan itu disampaikan Scaloni, Minggu, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Pelatih tim nasional Argentina itu menyebut timnya menjalani persiapan seperti pertandingan biasa. Menurut dia, status final Piala Dunia tidak boleh mengganggu fokus para pemain.
“Kami mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan lainnya,” kata Scaloni.
“Meski ini adalah final Piala Dunia, pada akhirnya tetap saja sebuah pertandingan sepak bola. Kami harus tampil sebaik mungkin jika ingin menang. Kami tidak ingin terlalu memikirkan fakta bahwa ini adalah final Piala Dunia karena hal itu justru bisa mengganggu fokus,” tambah dia.
Scaloni menilai Argentina berada dalam kondisi bagus untuk memainkan partai puncak. Ia menyoroti mentalitas timnya yang dinilai sangat kuat sepanjang fase gugur.
La Albiceleste sebelumnya lolos ke final usai menyingkirkan Inggris di semifinal. Argentina sempat tertinggal hingga menit ke-84, lalu membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada waktu normal.
“Kami berada dalam kondisi yang bagus, meski tentu masih ada ruang untuk berkembang. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan Spanyol juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kami,” ucap Scaloni.
Scaloni juga menyadari gaya bermain Argentina sudah dikenal banyak tim. Namun, ia justru menilai hal itu membuat pencapaian timnya terasa lebih istimewa.
“Lagi pula, cara bermain Argentina bukan lagi rahasia. Semua orang tahu bagaimana kami bermain. Justru karena itu, pencapaian tim ini terasa semakin luar biasa,” tambah dia.
Usai kemenangan atas Inggris, ada momen emosional antara Scaloni dan Lionel Messi. Keduanya terlihat berpelukan cukup lama setelah pertandingan semifinal berakhir.
Dalam momen itu, Messi tampak mengucapkan kalimat “pure history” kepada sang pelatih. Saat ditanya soal arti ucapan tersebut, Scaloni memilih mengalihkan sorotan kepada kapten Argentina itu.
“Bisa mencapai final Piala Dunia pada usia 39 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itulah saya selalu mengatakan bahwa kita harus menikmati setiap momennya,” ujar Scaloni.
“Kami sangat merasakan kehilangan Diego Maradona setelah ia pensiun. Sekarang Messi masih bersama kami, dan kita harus menghargai setiap hal yang masih ia lakukan,” tambah dia.
Messi memang masih menjadi sosok penting dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Ia tidak pernah absen memberi kontribusi gol dalam setiap laga negaranya di turnamen ini.
Terakhir, Messi menyumbang dua assist saat Argentina menang 2-1 atas Inggris. Catatan itu membuat La Pulga menjadi pencetak assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 12 assist.
Selain itu, Messi juga sudah mengoleksi delapan gol di Piala Dunia 2026. Torehan tersebut membuatnya masih berpeluang menjadi pemenang top skor.
Delapan gol itu juga menempatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 21 gol. Namun, catatan itu baru saja dilewati oleh Kylian Mbappe yang kini mengoleksi 22 gol.
Sumber: ANTARA






