Wednesday, July 22, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaLamine Yamal dan Deretan Rekor serta Prestasinya sebagai Juara Euro dan Piala...

Lamine Yamal dan Deretan Rekor serta Prestasinya sebagai Juara Euro dan Piala Dunia

Lamine Yamal Ukir Rekor Usai Bawa Spanyol Juara Dunia 2026

Lamine Yamal mencatat sejarah pada Senin, 20 Juli 2026, di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Pemain Spanyol itu ikut membawa timnya menjuarai Piala Dunia 2026 usai menang 1-0 atas Argentina. Gol kemenangan La Roja dicetak Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.

- Advertisement -
asia9QQ

Gelar itu membuat Yamal menorehkan rekor langka. Ia menjadi remaja pertama dalam sejarah sepak bola yang mampu menjuarai Euro dan Piala Dunia. Pencapaian itu diraih saat usianya masih 19 tahun.

Sebelumnya, Yamal juga tampil menonjol saat Spanyol menjuarai Euro 2024. Pada turnamen itu, ia membawa timnya menjadi kampiun Eropa di usia 17 tahun. Penampilannya sepanjang kompetisi membuatnya terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik.

Dua tahun kemudian, Yamal kembali mengangkat trofi besar bersama tim nasional. Meski kontribusinya di Piala Dunia 2026 tidak semencolok saat Euro, ia tetap berperan penting. Pemain Barcelona itu mencetak satu gol dan mulai tampil reguler sejak fase gugur.

Sempat diragukan karena cedera

Perjalanan Yamal menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu mengalami cedera hamstring tingkat dua saat membela Barcelona pada April 2026. Cedera tersebut memaksanya mengakhiri musim lebih cepat untuk menjalani pemulihan.

Barcelona lalu bekerja sama dengan tim medis timnas Spanyol. Langkah itu dilakukan agar kondisi Yamal pulih sepenuhnya jelang turnamen. Hasilnya, ia kembali bugar tepat waktu dan masuk skuad Luis de la Fuente.

Pada fase grup, menit bermain Yamal masih dibatasi. Faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama. Namun saat memasuki fase gugur, ia kembali menjadi andalan di sisi kanan serangan Spanyol.

Rekor muncul sejak fase grup

Momen terbaik Yamal di Piala Dunia 2026 hadir saat Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0 pada fase grup. Ia hanya butuh 11 menit untuk mencetak gol. Gol itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda Spanyol di Piala Dunia pada usia 19 tahun 343 hari.

Catatan itu juga menempatkan Yamal dalam sejarah Piala Dunia. Ia menjadi pemain termuda sejak Pele pada Piala Dunia 1958 yang mampu mencetak gol di turnamen tersebut.

Koleksi trofi sebelum usia 20 tahun

Sebelum genap 20 tahun, Yamal sudah mengoleksi enam trofi bersama klub dan tim nasional. Trofi pertamanya datang saat Barcelona menjuarai La Liga musim 2022-2023.

Setelah itu, ia membantu Spanyol menjuarai Euro 2024. Bersama Barcelona, Yamal juga meraih Piala Super Spanyol, Copa del Rey, dan La Liga. Pada musim 2025-2026, ia kembali mengangkat Piala Super Spanyol setelah Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-2 di Arab Saudi pada Januari.

Meski demikian, trofi Liga Champions masih belum berhasil diraih Yamal. Namun deretan gelar yang sudah dikumpulkannya membuat namanya terus disorot.

Banjir pujian dari tokoh besar sepak bola

“Apa yang dilakukan dan telah dicapai Lamine sejauh ini benar-benar mengesankan. Dia sudah menjadi juara Eropa bersama Spanyol.”

Lionel Messi menjadi salah satu sosok yang memuji pencapaian Yamal. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga menilai Yamal memiliki talenta yang sangat langka.

“Dia adalah pemain yang sangat bagus. Dia dianugerahi bakat oleh Tuhan. Beberapa pemain memang memiliki sesuatu yang istimewa. Saya tidak ingin membandingkannya dengan siapa pun, tetapi jika berbicara soal talenta, para superstar, para jenius sepak bola, dan mereka yang mencatat sejarah selalu memiliki sesuatu yang berbeda.”

Pelatih Barcelona Hansi Flick ikut memberi penilaian tinggi kepada pemain mudanya itu.

“Dia adalah tipe pemain yang berbeda, seorang jenius. Dia benar-benar istimewa.”

Pep Guardiola juga menyoroti kematangan permainan Yamal yang dinilai melampaui usianya.

“Seorang pemain biasanya baru mencapai tingkat kematangan seperti dirinya ketika berusia 24 atau 25 tahun. Untuk pemain yang sangat berbakat seperti dia, terkadang orang berharap ia melakukan sesuatu yang luar biasa setiap kali memegang bola, seperti memasukkan tembakan tiga angka ala Stephen Curry. Padahal tidak selalu begitu. Dia bisa turun menjemput bola, memainkan umpan satu sentuhan, beristirahat sejenak, lalu kembali memainkan umpan sederhana. Dia menggiring bola dalam jarak pendek, melewati lawan, memberikan umpan, lalu pada akhirnya memenangkan pertandingan untuk timnya.”

Cristiano Ronaldo juga menilai Yamal berkembang di tempat yang tepat.

“Anak ini berkembang dengan sangat baik. Dia berada di klub yang sangat membantunya, begitu pula di tim nasional. Dia berada di lingkungan yang ideal agar kualitas luar biasanya terus berkembang.”

Sementara Erling Haaland memberi komentar singkat.

“Pemain ini luar biasa.”

Rekor di Barcelona

Sebelum menjadi juara Piala Dunia, Yamal lebih dulu memecahkan sejumlah rekor bersama Barcelona. Lulusan La Masia itu menjadi pemain termuda yang tampil sebagai starter di Liga Champions UEFA pada usia 16 tahun 83 hari.

Ia juga menjadi pemain termuda yang tampil di El Clasico pada usia 16 tahun 107 hari. Selain itu, Yamal tercatat sebagai pemain termuda Barcelona yang mencapai 50 penampilan resmi saat berusia 16 tahun 310 hari.

Deretan catatan itu belum mampu dicapai Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo pada usia yang sama. Kini, dengan gelar Euro dan Piala Dunia sebelum berusia 20 tahun, nama Lamine Yamal semakin menonjol dalam sepak bola modern.

Sumber: ANTARA News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments