Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026, menegaskan pentingnya integritas dan keamanan dalam penyelenggaraan Liga Putri. Ia juga meminta kompetisi itu berjalan selaras dengan agenda tim nasional Indonesia putri.
Pesan itu disampaikan Erick setelah bertemu dengan pengurus I.League dan pemilik klub peserta Liga Putri. Enam klub yang akan ambil bagian ialah Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United.
“Liga Putri akan menjadi fondasi kebangkitan sepak bola putri Indonesia,”
Erick menyebut Liga Putri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri nasional. Karena itu, jadwal kompetisi diminta tidak berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia Putri.
“Saya berpesan agar Liga Putri berjalan selaras dengan jadwal Timnas Indonesia Putri agar pembinaan dan prestasi bisa berjalan beriringan,”
Selain pembinaan, Erick menaruh perhatian besar pada aspek profesionalisme kompetisi. Ia meminta Liga Putri dijalankan secara bersih dan aman untuk seluruh pemain.
“Kami juga ingin memastikan Liga Putri untuk menjaga integritas kompetisi, tidak ada ruang untuk match fixing, dan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk sexual harassment. Kita harus jaga anak-anak kita dan pastikan Liga Putri menjadi tempat yang aman, profesional, dan berintegritas bagi seluruh pemain,” kata dia.
PSSI sebelumnya menargetkan Liga Putri mulai bergulir pada Oktober 2026. Kompetisi itu akan diawali dengan enam klub sebagai tahap awal.
Liga Putri disiapkan untuk membuka ruang bermain yang lebih terstruktur bagi pemain putri. Langkah itu dilakukan setelah sepak bola putri nasional memiliki kelompok usia U-17, U-20, hingga senior.
Sebelumnya, Erick juga menyebut PSSI telah memiliki sekitar 50 ribu pemain putri dalam database pembinaan dalam tiga tahun terakhir. Dengan jumlah itu, kehadiran kompetisi dinilai penting untuk memberi jalur lanjutan dari pembinaan akar rumput menuju level elite.
Liga Putri juga menjadi bagian dari upaya PSSI menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri nasional. Kompetisi terakhir, Liga 1 Putri, bergulir pada 2019.
Pada edisi tersebut, Persib Putri keluar sebagai juara. Mereka mengalahkan Tira-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1 pada partai final.
“Liga Putri akan menjadi kompetisi yang melahirkan talenta, menjaga sportivitas, dan membawa sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh,” ujar Erick.
Sumber: ANTARA News